Warga Pasir Sukarayat Tolak Rentenir dan Bank Emok Masuk Ke Wilayahnya

Warga Kampung Pasir Sukarayat, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak sedang memasang spanduk penolakan terhadap Bank Emok dan sejenisnya. (Foto/Dok).

LEBAK – Warga Kampung Pasir Sukarayat, khususnya yang berada di lingkungan RW 07 dan RW 15, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mulai resah dengan kondisi saat ini, lantaran merebaknya wabah virus corona atau Covid -19 diseluruh Indonesia, yang berdampak negatif terhadap sisi perekonomian seluruh lapisan masyarakat, khususnya dikalangan masyarakat yang memiliki penghasilan dibawah upah minimum, atau juga para pekerja harian lepas dan pekerja serabutan.

Apalagi ditengah masa sulit seperti ini, masyarakat masih direpotkan dengan adanya penagihan yang dilakukan oleh para rentenir yang berkedok, Koperasi Simpan Pinjam (Kosipa), Bank yang berwajah Sya’riah, atau yang dikenal dengan sebutan Bank Emok, maupun Pinjaman Online, yang masih melakukan aksi penagihan kerumah warga, padahal sesuai dengan instruksi dari pemerintah, semua masyarakat harus melakukan aktifitas dengan berdiam diri dirumah, guna meminimalisir penyebaran wabah virus corona saat ini.

Untuk itu, masyarakat Kampung Pasir Sukarayat, bahu membahu memasang spanduk penolakan terhadap para Lintah Darat, yang masih melakukan aktifitas penagihan kepada masyarakat sekitar yang sedang nengalami kesulitan ekonomi akibat wabah tersebut.

Wahyu selaku Ketua RT 2/15 mengatakan, dirinya sudah melakukan investigasi dan juga kordinasi dengan semua warga hingga pihak Kelurahan, guna mencari solusi yang terbaik bagi masyarakatnya.

“Tindakan ini Kami lakukan bersama, guna meringankan beban masyarakat Kami yang sedang kesulitan akibat dampak dari penyebaran virus corona ini, untuk itu para petugas yang melakukan aktifitas penagihan kepada warga ini agar dapat dikurangi atau dilonggar penagihannya, mengingat penyebaran virus ini sangat cepat dan berbahaya bagi masyarakat banyak,” tuturnya kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).

Sementara itu Deddy Bogel salah seorang warga mengatakan, pihaknya dibantu dengan seluruh warga, siap untuk membantu menjaga kondusifitas lingkungannya, terkait dengan masih maraknya penagihan yang dilakukan oleh para rentenir kepada masyarakat, ditengah merebaknya wabah Covid-19 ini.

“jika masih ditemukan penagihan kepada warga Kami yang sedang mengalami kesulitan, apalagi seperti Bank Emok yang masih berani mengumpulkan warga dalam melakukan penagihan, maka jika ini masih terjadi, maka kami akan memberikan tindakan persuasif, namun jika tidak bisa, ya terpaksa kita akan bawa para penegak hukum guna menyelesaikan aktifitas seperti itu,” tegasnya. (*/red).