Waduh, Peringatan Hari Pahlawan Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

LEBAK – Aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menggelar aksi unjuk rasa memperingati hari pahlawan di depan Pemkab Lebak. Mereka menuntut pemerintah daerah menyetop nama Multatuli untuk dijadikan nama fasilitas umum dan lebih memprioritaskan pahlawan daerah.
Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung Ila Nahilah mengatakan, Lebak memiliki banyak pahlawan yang dapat dijadikan nama fasilitas sosial dan fasilitas umum. Untuk itu, Kumala meminta kepada pemerintah daerah untuk menyetop memberikan nama Multatuli sebagai nama fasos dan fasum di Lebak.
“Kami ingin, tokoh pergerakan dan pendiri Provinsi Banten dijadikan nama fasos dan fasum di Lebak. Tokoh tersebut punya kontribusi besar dalam pergerakan dan perjuangan Banten menjadi provinsi. Tidak hanya itu, sosok Uwes Qorny memiliki pemikiran dan kontribusi dalam mencetak pemimpin Lebak dan Banten,” kata Ila Nahila kepada wartawan, Jumat (10/11).
Pada kesempatan tersebut, Ila menuntut Pemkab Lebak membangun monumen pahlawan nasional. Mempublikasikan nama-nama pahlawan daerah. Menghargai pahlawan Lebak sama saja dengan menghargai pahlawan.
“Semoga ke depan, Pemkab lebih menghargai pahlawan di daerah yang telah berjasa dalam pembangunan,” harapnya.
Dalam aksinya, para mahasiswa membentangkan spanduk dan poster yang berisi keprihatinan terhadap sikap pemerintah daerah dalam mempromosikan Multatuli. Mereka menuntut pemkab menetapkan Uwes Qorny sebagai nama fasos dan fasum. Setelah puas berorasi dan mendapatkan pengawalan dari polisi, massa membubarkan diri dengan tertib.(Deni Sopandi)

BAGIKAN
Berita SelanjutnyaKPUD Verifikasi Anggota Parpol Ganda