Surman, Korban Tenggelam di Pantai Pasput Ditemukan Tak Bernyawa

Ilustrasi

LEBAK – Surman (17) korban laka laut yang sempat menghilang akibat terbawa ombak Pada Sabtu (08/08/2020) berlokasi dipantai Pasir Putih (Pasput) Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak Banten. Akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa, dilokasi yang sama saat mereka berenang.

Diketahui sebelumnya 2 orang wisatawan Pulhadi (38) dan Surman (17), hanyut terbawa ombak saat berenang dipantai Pasput pada hari Sabtu (08/08/2020) Sekira pukul 11:00 WIB. Dan hanya satu orang korban yang ditemukan bernama Pulhadi warga asal Kampung Kebun Melati Tanah Abang Jakarta Pusat, dengan kondisi sudah tak bernyawa. Sedangkan Surman warga kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak Banten, menghilang dan baru ditemukan lagi dalam keadaan sudah tak bernyawa pada Minggu (09/08/2020) sekira pukul 10:00 WIB oleh tim gabungan pencarian Basarnas, anggota Polsek, Koramil dan Warga setempat yang melakukan pemantauan sejak korban tersebut dikabarkan menghilang.

Pantauan dilapangan Jasad Surman yang baru ditemukan itu langsung dibawa pihak keluarga kerumah duka.

Dua Wisatawan Hanyut Terbawa Ombak Saat Berenang di Pantai Pasir Putih Cihara

Akibat sering terjadinya peristiwa laka laut yang menimpa pengunjung saat berenang di pantai pasput tersebut, akhirnya menjadi sorotan sejumlah kalangan. Hal ini disebabkan karena di beberapa lokasi yang diduga liar tidak ada kejelasan pertanggung jawaban ketika terjadi kecelakaan.

Padahal pihak pengelola wisata pantai Pasput teesebut mengutip uang masuk para pengunjung ke lokasi dengan dalih karcis parkir. Sementara di lokasi tersebut tidak terpasang rambu-rambu dan papan peringatan bagi pengunjung.

Peristiwa terakhir terjadi menimpa 2 orang korban sekaligus meninggal dunia akibat digulung ombak besar saat berenang di pantai Pasput Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (08/09/2020).
Kedua korban ini yakni, Almarhum Pulhadi dan Surman.

Ditemui di lokasi kejadian, Kepala Desa Ciparahu Ade Sujana menyatakan pihaknya tidak mempunyai keterlibatan terhadap kegiatan wisata pantai Pasput yang ada di daerahnya tersebut apalagi keterkaitan pungutan karcis masuk.

“Tidak ada koordinasi dengan desa, apalagi terkait tiket masuk pihak desa tidak pernah diajak bicara,” Katanya.

Sementara M Saleh, anggota Fraksi Partai Golkar Kabupaten Lebak asal Dapil V, saat ikut memantau peristiwa di tempat kejadian perkara (TKP), dirinya turut berduka atas kejadian laka laut yang merenggut nyawa pengunjung tersebut.

“Jelas saya sangat berduka cita atas kejadian ini, terlebih ini warga kabupaten Lebak,” katanya.

Selanjutnya, Anggota dewan Kabupaten Lebak ini sangat menyayangkan tidak adanya kejelasan tanggung jawaban dari pihak pengelola pantai Pasput kepada wisatawan yang meninggal dunia ini. Menurutnya, hal ini harus ditanyakan lantaran pantai Pasir Putih yang berada di Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak ini mengutip uang dari pengunjung sementara pajaknya tidak masuk pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Lebak.

“Ini kan dikarcis, ya pengelola Pasput harus ditanya, apakah pihaknya siap bertanggungjawab atas 2 korban tersebut atau bagaimana. Bahkan pasca kejadian beberapa jam tadi masih banyak pengunjung yang berenang, mana coba saya gak liat pihak pengelolanya memberikan himbauan terhadap pengunjung yang berenang atau berusaha memasang rambu-rambu larangan misalnya,” tegas Saleh.

Terpisah, Cecep Badri, pengelola pantai Pasput saat dikonfirmasi wartawan mengaku bahwa yang menolong korban (Pulhadi) adalah anaknya sendiri yang sedang menjaga lokasi.

Selain itu, dirinya menyatakan bahwa rambu-rambu atau plang larangan untuk tidak berenang akan segera dibuat demi keselamatan pengunjung.

“Besok saya akan buat plang larangan atau himbauan untuk tidak berenang dulu karna ombaknya sedang tidak bersahabat.” Ucapnya. (Kus).