Sambut Musim Tanam Pertama, Distanbun Terjunkan Tim Pembasmi Hama

Dede Supriatna, Kepala Dinas Kehutana dan Perkebunan (Distanbun) Kabuapten Lebak, (Foto/Dokumen).

RANGKASBITUNG, – Memasuki musim Tanam (MT) pertama tahun 2018 ini, Dinas Pertanian dan P{erkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak akan menerjunkan tim penanggulangan hama penyakit lahan peswahan (Bridgade). Hal tersebut dilakukan, untuk meningkatkan produksi padi dan ketahanan pangan di Kabupaten Lebak.

“Ya, di MT ke satu tahun ini kita akan terjunkan tim pembasmi hama yang telah dibentuk. Tim ini nantinya akan bertugas untuk menanggulangi serangan hama di areal pesawahan padi,” ujar Kepala Distanbun Kabupaten Lebak Dede Supriatna, Rabu (25/4).kemarin.

Kata dia, dengan keberadaan tim tersebut diharapkan angka gagal panen tanaman padi musim tanam tahun ini bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga, tim ini mampu mengoptimalisasi produksi padi dan ketahanan pangan di Lebak.

“Tim pembasmi hama ini nantinya bekerja langsung ke lapangan saat menerima laporan adanya serangan hama di areal pesawahan dengan dilengkapai sarana dan prasana. Seperti, obat-obatan dan alat pembasmi hama sampai kendaraan operasional lapangan yang disediakan di setiap UPTD Pertanian di Kecamatan,” jelasnya.

Menurutnya, Kabupaten Lebak memiliki luas 304.472 Ha terdiri dari lahan sawah seluas 47.760 Ha dan lahan darat seluas 256.711,8 Ha. Dari lahan seluas 304.472 Ha itu, sebagain besar adalah kawasan pedesaan yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani.

“Alhamdulilah, produksi padi setiap tahunnya selalu surflus. Pada tahun 2017 lalu produksi padi di Lebak surflus,” imbuhnya.

Sekretaris Distanbun Kabupaten Lebak Ade Fahrulwadi menambahkan, pada tahun ini Kabupaten Lebak menargetkan produksi padi sawah sebanyak 600.007 ton GKP atau setara dengan 510.006 ton GKG (Gabah Kering Giling).

“Kami optimis target itu akan bisa dicapai, bila melihat hasil produksi padi setiap tahunnya,” ucapnya.

Dikatakannya, produksi padi di Kabupaten Lebak masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan baik melalui strategi peningkatan produktivitas maupun melalui strategi peningkatan indeks pertanaman (IP).

“Strategi pertama meningkatkan produktivitas beras melalui peningkatan produktivitas masih sangat berpeluang besar dilakukan, dimana rata-rata produktivitas aktual hasil panen petani baru mencapai 5,6 tok GKP/Ha. Sementara hasil demplot atau kaji terap 8-9 ton GKP/Ha. Artinya apabila didukung. Oleh komponent tekhnologi yang tepat dan pendampingan yang intensif, produktivitas padi masih dapat ditingkatkan,” paparnya. (Deni).