Ratusan Peserta Meriahkan Festival Hutan Adat Meranti di Lebak

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Lebak, Oktavianto Arif (tengah) bersama ratusan peserta lainya sedang menikmati suguhan live music dari KPJ Rangkasbitung. (Foto/istimewa).

LEBAK, – Ratusan peserta yang berasal dari kalangan anak muda maupun tua serta dari daerah luar Kabupaten Lebak ikut memeriahkan festival hutan adat Meranti di Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten. Festival yang merupakan rangkaian HUT Lebak ke-190 digelar selama tiga hari 14-16 Desember 2018.

Festival yang digagas oleh Kampus STKIP Setia Budhi Rangkasbitung bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak berlangsung meriah dengan beragam kegiatan diantaranya, Kemah ceria (Kemcer), Fun game, Bedolan balong ikan, serta Live music oleh Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkasbitung.

Baca juga :
Peringati Satu Tahun Penetapan Hutan Adat, Pemda Lebak Gelar Festival Hutan Adat

Ketua pelaksana festival hutan adat Meranti, Candra mengungkapkan, festival ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Lebak ke-190 yang mengusung tema “Mengabdi, Menyatu, dan Melegenda” ini bertujuan untuk mendongkrak, mempromosikan, dan melestarikan alam, khususnya hutan adat meranti yang ada di Kabupaten Lebak.

Selain itu, kata Candra, kegiatan ini untuk memperkenalkan kepada dunia luar, bahwa di Kabupaten Lebak memiliki segudang potensi wisata yang kaya akan sumberdaya alam, dan kearifan lokal yang siap bersaing dengan daerah lainnya.

Baca juga :
20 Delegasi GLF Kunjungi Hutan Adat di Lebak

“Kita disini mengabdi, berkumpul dan membuat sebuah legenda baru di daerah yang mempunyai pesona yang paling indah yaitu Kabupaten Lebak,” kata Candra disela-sela kegiatan, Minggu (16/12/2018).

Candra menyebutkan, kegiatan di festival hutan adat tersebut diisi dengan beragam kegiatan seperti Kemah ceria (Kemcer), Fun game, Bedolan balong ikan, serta Live music oleh Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkasbitung.

“Di hari terakhir kegiatan festival, kita lakukan penanaman bibit pohon agar kelestarian alam di kawasan hutan adat tetap terjaga,” katanya.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Lebak, Oktavianto Arif mengatakan, kegiatan festival hutan adat Meranti yang saat ini sukses di gelar, sudah tercantum didalam Kalender 16 Event di Kabupaten Lebak pada tahun 2019.

Baca juga :
Lebak Borong Juara Pada Pemilihan Kang Nong Banten 2018

“Alhamdulillah, event ini juga sudah tercantum pada Kalender 16 event tahunan di Kabupaten Lebak, yang telah dilaunching kemarin (Jum’at, 14 Desember 2018),” terang Okta.

Ia berharap, kegiatan tahunan ini bisa menjadi magnet bagi para wisatawan, baik lokal maupun luar daerah untuk berkunjung ke Kabupaten Lebak khususnya.

“Ini adalah event tahunan yang harus terus kita kembangkan. Dengan harapan menjadi aset wisata daerah yang bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Lebak,” harapnya.

Sementara itu Desa Jagaraksa, Jaro Wahid mengucapkan apresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan kegiatan festival di hutan adat Meranti.

Diharapkanya, kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat Desa Jagaraksa untuk terus melestarikan dan mengembangkan destinasi wisata Hutan Adat.

“Alhamdulillah festival tahun ini diikuti oleh ratusan peserta, berbeda dengan tahun lalu. Saya bangga, karena Hutan Adat ini dapat menjadi daya tarik warga luar untuk berkunjung kesini,” tandasnya. (Sup/Deni).