Pahlawan Tidak Identik Mengangkat Senjata Mempertahankan NKRI

*Tumbuhkan Nilai-nilai Kepahlawanan Terhadap Generasi Milenial

Seminar tematis hari pahlawan di Kampus Setia Budhi Rangkasbitung.(Foto/Aji Sod)

LEBAK – Akhir akhir ini pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kepahlawanan sudah mulai pudar dan usang. Masyarakat masih menganggap, nilai-nilai kepahlawanan identik dengan mengangkat senjata untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seperti zaman sebelum kemerdekaan.

Untuk itu, nilai-nilai kepahlawanan harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Dengan meneladani semangat keperintisan dan kejuangan para pahlawan diharapkan melahirkan generasi mumpuni yang bertanggung jawab atas bangsa ini. Melestarikan jiwa Kepahlawanan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan menumbuhkan semangat nasionalisme, menjaga persatuan dan kesatuan.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid menyatakan, peran generasi muda yang menjadi generasi milenial sangat diharapkan untuk terus menjaga Indonesia. Negeri ini tidak mungkin menggantungkan harapan masa depan kepada generasi tua, sebab usia mereka hampir menemukan batasnya. Generasi muda-lah yang diharapkan menjadi jawaban dan mampu menghadirkan senyum cerah para pendiri bangsa. Generasi muda memikul tanggungjawab kebangsaan untuk terus mewarisi suluh juang para pahlawan menjaga pancasila dan melanjutkan cita-cita para pahlawan.

Baca juga:
Tiga Komplotan Pencuri Handphone Bonyok Digebuki Massa
Kejahatan Seksual Terhadap Anak Terus Meningkat
ASN di Lebak Dilarang Gunakan LPG Bersubsidi

“Untuk itu, anak-anak muda di negeri ini sejatinya bisa menjadi pahlawan bangsa. Mereka merupakan generasi penerus yang dapat membawa Indonesia bersaing dengan negara lain,” ungkap Usman Hamid usai menjadi pembicara pada Seminar Tematis Hari Pahlawan di Kampus Setia Budhi, Rangkasbitung, Jumat (24/11).

Jika melihat semangat generasi muda dalam mengawal kebangsaan dan pelopor kepahlawanan, pada satu sisi negeri ini masih bisa tersenyum. Namun di sisi lain, juga sangat menyesakkan dan bahkan mengkhawatirkan. Karena itu, bangsa ini harus terus memupuk tingkat kepercayaan generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan dan nilai nilai kepahlawanan. Selain itu, generasi muda juga harus dijaga dari nilai-nilai yang bisa merongrong semangat keindonesiaan dengan berbagai kegiatan positif.

“Generasi muda harus mewaspadai nilai-nilai yang bisa menggerus semangat kebangsaan, yaitu radikalisme, komunisme, dan paham lain yang bertentangan dengan pancasila,” paparnya.

Maka kewaspadaan perlu terus ditingkatkan demi menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. Mengingat tantangan yang saat ini telah menggejala sedemikian hebat adalah radikalisme. Kita bisa menyaksikan bibit radikalisme sudah mulai tumbuh dengan ragam bentuk dan variannya, baik radikalisme etnik maupun agama. Bahkan radikalisme sudah nyata di depan mata menunjukkan aksinya seperti peledakan bom di berbagai tempat dan kekerasan atas nama agama.

“Tugas generasi muda bahu membahu melakukan ikhtiar mencegah paham radikalisme tumbuh dan berkembang di negeri ini,” tegasnya.

Dosen STKIP Setia Budhi Rangkasbitung Iman Sampurna menyatakan, masyarakat tidak boleh terlena dan dituntut terus saling mengingatkan dan membina generasi muda. Perubahan zaman yang begitu cepat dapat membelokkan arah tujuan generasi muda. Karenanya, pembinaan harus terus dilakukan agar nilai-nilai juang kepahlawanan bisa terus tertanam.

“Semoga, nilai-nilai kepahlawanan akan terus tumbuh di hati sanubari anak-anak muda di Lebak dan umumnya di negeri ini,” harapnya.(Aji Sod)