MD KAHMI Lebak Gelar Webinar Nasional Sekolah Pemilu

Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI Manimbang Kahariady saat membuka acara Webinar Nasional Sekolah Pemilu pada Kamis, 22 Juli 2021. (Foto/Dok).

LEBAK – Majelis Daerah (MD) KAHMI Kabupaten Lebak menggelar Webinar Nasional Sekolah Pemilu dengan tema Plus Minus Pemilihan Serentak 2015 – 2020 dan Prospek Pemilu Serentak 2024. Hadir sebagai narasumber, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Anggota KPU RI Viryan Azis, dan Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja.

Hadir pula Sekretaris Jenderal Majelis Nasional (MN) KAHMI Manimbang Kahariady. Beliau mengapresiasi program Sekolah Pemilu MD KAHMI Lebak yang menghadirkan narasumber tingkat nasional. Bahkan, dia optimistis Sekolah Pemilu MD KAHMI Lebak mampu melahirkan calon pemimpin berkualitas dan berintegritas. Mereka akan mengisi berbagai posisi jabatan publik di pemerintahan, lembaga politik, dan penyelenggara pemilu di semua tingkatan.

“Sekolah Pemilu MD KAHMI Lebak yang diinisiasi Anggota KPU Banten Agus Sutisna, Anggota Bawaslu Banten Ali Faisal, dan Presidium KAHMI Lebak Mastur Huda, diyakini akan melahirkan calon pemimpin dan politisi tangguh yang cerdas dan berintegritas,” kata Manimbang Kahariady dalam Webinar Nasional yang digelar virtual melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (22/7).

Apalagi, narasumber yang akan membersamai para peserta Webinar merupakan sosok yang tepat. Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung memiliki kapasitas menyampaikan pandangannya mengenai kepemiluan dalam perspektif sebagai anggota Dewan. Bahkan, Komisi II DPR RI banyak berkoordinasi dan berkomunikasi dengan KPU RI dan Bawaslu RI dalam penyusunan Undang-Undang Tentang Pemilu.

“Anggota KPU Viryan Azis tentu memiliki kapasitas dalam menyampaikan dinamika penyelenggaraan pemilu bersama Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengungkap, sejarah pemilu dari masa ke masa. Dia menegaskan, sistem pemilu dan demokrasi di Indonesia terus mengalami kemajuan. Bahkan, pemahaman masyarakat telah mengalami pergeseran dari demokrasi prosedural menjadi demokrasi substansial. Walaupun, sistem pemilu dan regulasi yang ada masih terus mengalami penyempurnaan dalam berbagai aspek. Karena prinsipnya, demokrasi yang diyakini sebagai sistem terbaik dalam berbangsa dan bernegara harus berdampak terhadap kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.

“Pemilihan serentak dan pemilu serentak 2024 merupakan bentuk efisiensi dalam demokrasi,” ungkapnya. (*/Red).