Sekap Karyawan, PT Saedong Dilaporkan ke Disnakertrans Lebak

Ketua SPSI Lebak Yogy Rochmat saat melaporkan kasus penyekapan terhadap karyawan PT Saedong ke kantor Disnakertras Lebak, Kamis 8/2, (Foto/Yusuf).

LEBAK – Mala (18) didampingi, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Yogi Rochmat menemui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maman SP ke Kantor Disnakertrans Lebak, Jalan Siliwangi No.16 Rangkasbitung Timur, pada Kamis (8/2).

Kedatangan Mala beserta Ketua SPSI Lebak bermaksud untuk melaporkan kasus penyekapan yang dilakukan oleh oknum petinggi PT Saedong terhadap dirinya beserta belasan rekan kerjanya.

Mala mengatakan, Ia bersama 13 rekan kerjanya disekap selama beberapa jam di dalam toilet berukuran kecil oleh salah satu oknum petinggi PT Saedong di Jalan Raya Rangkasbitung – Cikande, tepatnya di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak beberara waktu lalu.

“Selama berjam-jam kami berdiri ketika disekap di dalam toilet kecil dan bau. Bahkan ada karyawan yang sedang sakit tetapi tidak boleh keluar dari toilet itu,” ujarnya kepada awak media.

Baca juga :
Dewan: Kasus Penyekapan Karyawan PT Saedong Harus Diusut Tuntas

Selain mengalami penyekapan, dan pungutan disertai ancaman, Mala bersama rekan-rekannya kerap mendapat perlakuan yang tidak pantas dari para atasannya. Ia mengaku tidak ada yang berani melaporkan tindakan tersebut karena diancam akan diberhentikan dari tempatnya bekerja.

“Pernah saya dijambak sampe kerudung saya kebuka. Saat jam kerja juga pernah kursi saya ditendang tanpa alasan yang jelas, bahkan pernah dipukul pada bagian punggung oleh atasan saya,” jelasnya.

Ia berharap, kasus yang pernah menimpa dirinya dan rekan-rekanya tersebut dapat segera ditangani oleh pihak berwenang.

“Saya harap aparat hukum dapat segera menangani kasus penyekapan dan pemerasan ini, sehingga hal seperti ini tidak terjadi lagi,” harap Mala.

Sementara itu, Ketua SPSI Lebak sekaligus Wakil Ketua DPRD Lebak, Yogi Rochmat menyatakan, akan membantu korban untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Saya akan bantu korban untuk melaporkan ke pihak kepolisian mengenai kasus penyekapan dan pemerasan ini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Disnakertrans, Maman SP mengatakan akan membantu dan mengawal korban untuk melapor kepada pihak Kepolisian. Menurut Maman, kasus ini bukan hanya masalah Disnakertrans saja tetapi sudah menjadi masalah aparat hukum karena sudah terjadi tindak penganiyaan beserta pemerasan.

“Kami akan membantu korban untuk menindaklanjuti kasus ini. Karena sebelumnya Disnakertrans sudah melakukan upaya agar perusahaan di Lebak tidak ada yang melakukan tindakan pemerasan ataupun kekerasan,” tandasnya. (Yusuf).