KPU Banten Terus Mutakhirkan Data Pemilih Berkelanjutan

KPU Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Surat KPU RI Nomor 366 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan di Aula KPU Provinsi Banten, Rabu (19/5).

ORBITBANTEN,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten melaksanakan rapat Koordinasi dan Sosialisasi Surat KPU RI Nomor 366 tentang pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPB) dengan menghadirkan Kesbangpol, Bawaslu, TNI/Polri serta jajaran stakeholder dan pimpinan partai politik tingkat Provinsi Banten. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua KPU Provinsi Banten beserta jajaran anggota dan Plt. Sekretaris KPU Provinsi Banten ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di aula KPU Provinsi Banten, Rabu (19/5/2021).

Dalam sambutannya Ketua KPU Provinsi Banten, Wahyul Furqon menyampaikan mengenai Surat KPU RI Nomor 366 terkait pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

“Harapan kita proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini dapat membuat persoalan data yang selalu bermasalah dapat clear, semua stakeholder berperan dalam proses pemutakhiran data pemilih ini,” terang Wahyul Furqon.

Wahyul berharap, pimpinan partai politik dapat aktif memberi masukan, serta meminta partisipasi semua stakeholder dalam setiap rapat pemutakhiran data pemilih.

Kepala Badan Kebangpol Provinsi Banten Ade Ariyanto menyatakan, bahwa data pemilih menjadi sumber permasalahan sehingga ini harus dilakukan dengan baik. Apalagi daftar pemilih ini bersifat berkelanjutan sehingga selalu akan disempurnakan.

“Penyelenggara pemilu harus mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat memicu permasalahan. Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen akan mendukung dan bahu membahu dalam penyelenggaraan Pemilu ke dapan. Kami selalu mengawal agar KPU dan Bawaslu dapat lancar menyelenggarakan tahapan-tahapan pemilu,” ungkap Ade Ariyanto.

Sementara, Komisioner KPU Provinsi Banten, Divisi Data dan Informasi, Agus Sutisna yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini diharapkan dapat merubah mindset terkait data pemilih ke depan.

“Istilah keberlanjutan, KPU mengubah tradisi mutarlih yang biasanya dilakukan di dalam tahapan, namun sekarang dilakukan di luar tahapan, yakni sebelum tahapan dimulai.

Menurutnya, hal ini sangat penting dalam rangkaian persiapan Pemilu dan Pemilihan Serentak tahun 2024.

“Proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini menjadi kebijakan nasional dalam rangka menuju Pemilu/Pemilihan 2024. Pemilu era orde baru pemilih diurus hanya saat akan pemilu, setelah itu DPT dibuang dan tidak dikelola kemudian diurus lagi menjelang pemilihan berikutnya. Secara teoritis, hal ini disebut Periodic List.  Model kedua adalah Model Pencatatan Sipil, ini semua data pemilih dari Lembaga yang di bidang pencatatan sipil”, terang Agus Sutisna.

Lebih lanjut Agus Sutisna menambahkan, pada Undang-undang nomor 7 tahun 2017 ada Klausul bahwa pemilih ini perlu dirawat secara berkelanjutan. Berdasarkan itulah KPU berusaha melaksanakan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan atau kita sebut Continous List.

Tujuan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan adalah untuk memutakhirkan atau memperbarui data guna mempermudah proses pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih pada pemilu atau pemilihan  berikutnya.

Agus Sutisna juga memaparkan terkait perbedaan acuan, dari Surat 132 dan surat 366. Menurutnya, ada beberapa perubahan diantaranya adanya periodisasi pelaksanaan rapat rekapitulasi dan rapat koordinasi baik tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat Provinsi.

“Basis pemilih yang sebelumnya byname byadress menjadi byname by polling station (TPS), adanya penambahan formulir khusus, yaitu formuir untuk melaporkan pemilih meninggal,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta rapat dengan KPU Provinsi Banten, Partai Politik seperti Golkar, PPP, dan Partai Demokrat aktif memberikan masukan mengenai penyempurnaan proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Begitu juga Bawaslu Provinsi Banten juga turut memberi masukan, diwakili oleh

Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Nuryati Solapari menyampaikan bahwa sinergitas dan peran serta seluruh stakeholder sangat penting untuk mewujudkan data pemilih yang akurat.

“Harapanya apa yang kita perjuangan tidak hanya konteks penyelenggara namun semua aktor dapat berperan serta, kuncinya adalah sinergi dan inovasi, kalau dilihat dari sinergi praktiknya, penting mewujudkan data pemilih yang mutakhir dan akurat. Program KPU sudah bagus, tentu perlu dukungan dari kita semua. Selanjutnya pada level kepala daerah harus mendorong peran serta semua tingkatan, hingga RT saling bersinergi aktif dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan,” tukasnya. (*/Red).