Kota Baru Maja Bakal Tampung 1,2 Juta Jiwa

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyetir mobil golf meninjau perumahan Citra Maja Raya. (Foto/Deni Sopandi)

LEBAK – Kota Baru Maja merupakan salah satu program pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan, yakni dengan membangun 10 kota baru di Indonesia seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangan Menengah Nasional (RPJMN) 2015 -2019. Kota baru dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) atau pengembangan kawasan berbasis transportasi massal diharapkan dapat menahan laju urbanisasi ke Jakarta.

Baca juga:
Dua Menteri Hadiri Peresmian Perumahan Citra Maja Raya
Puluhan Ribu Warga Antusias Ikuti Pawai Ta’aruf MTQ XXXVI

Sekarang, Kota Baru Maja sudah terhubung dengan akses commuter line atau Kereta Rel Listrik (KRL). Waktu tempuh dari Jakarta ke Stasiun Maja kurang lebih hanya 1,5 jam. Kondisi tersebut tentu saja bakal menarik minat masyarakat yang ada di Jakarta dan Tangerang yang ingin memiliki hunian kelas perkotaan di Kota Baru Maja. Bahkan, ke depan pemerintah RI telah merencanakan membangun jalan Negara dari Pamulang hingga Rangkasbitung, membangun Jalan Tol Serpong – Balaraja, dan mempercepat pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang.

Akses transportasi dari menuju Maja akan lebih mudah dan investasi di Lebak bakal lebih menarik. Tidak hanya itu, Menteri Perhubungan (Menhub) yang meresmikan Perumahan Citra Maja Raya (CMR) di Kota Baru Maja mewacanakan membangun Jalan Tol Maja – Bandara. Jarak dari Maja ke Bandara Soekarno – Hatta kurang lebih 40 kilometer dengan waktu tempuh 30 menit.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, pada tahap pertama PT CMR membangun 7.000 unit rumah di atas lahan 350 hektare dan ludes terjual. Pada awal 2017, PT CMR (Ciputra Group) kembali membangun 12.000 unit rumah di lahan 300 hektare. Berdasarkan data PT CMR, 10.000 unit rumah sudah terjual kepada masyarakat dan 8.000 diantaranya khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Rumah yang dijual PT CMR (Ciputra Group) mengakomodasi masyarakat yang berpenghasilan rendah,” kata Basuki kepada wartawan, Sabtu (18/11) lalu.

Basuki mengungkap, lahan untuk pengembangan perumahan di Kota Baru Maja mencapai 2.000 hektare. Dari lahan seluas itu, akan terbangun hunian sebanyak 120.000 unit rumah. Di sini juga bakal dibangun berbagai fasilitas komersial, diantaranya Eco Plaza, sarana pendidikan, kesehatan, sport club, water park, pasar modern, shuttle bus, sub terminal, eco park berupa ruang terbuka hijau, dan fasilitas sosial serta fasilitas umum lainnya.

“Fasilitas pendukung yang menjadi akses menuju kota mandiri Maja bakal dibangun pemerintah,” tukasnya.(Deni Sopandi)