Korban Penipuan Pencari Kerja Datangi Mapolsek Rangkasbitung

Sejumlah korban dugaan penipuan sedang dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolsek Rangkasbitung. (Foto/Deni).

LEBAK,- Sebanyak delapan orang korban penipuan pencari kerja pada PT Parkland World Indonesia (PT PWI) berlokasi di Jalan Prof Dr Ir Soetami, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mendatangi Mapolsek Rangkasbitung, Kamis (3/10/2019).

Kedatangan mereka terkait adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan calo berinisial (AK) dengan modus menjanjikan masuk kerja bagi pencari kerja dengan syarat menyetorkan sejumlah uang.

“Saya kesini (Mapolsek,-red) nganter saudara membuat laporan penipuan oleh AK. Saudara saya baru ngasih uang Rp 300 ribu. Tapi sampai sekarang gak jelas, belum ada kabar dari AK,” kata Sadah kepada wartawan di Mapolsek Rangkasbitung.

Menurutnya, selain AK masih banyak calo-calo lain yang juga memintai uang kepada para pencari kerja dengan jumlah berfariasi mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Uang tersebut katanya, akan diserahkan ke atasan di PT PWI.

“Disana banyak calo lainnya, tapi pada mahal ada yang Rp 2 juta sampai 3 juta mintanya. Kita percaya AK karena temen saya juga masuk lewat AK,” terangnya.

Pelapor lainnya, Rumina warga Leuwidamar mengaku, pada bulan Juli 2019 lalu telah menandatangani surat perjanjian dan menyerahkan uang pada AK. Namun hingga kini belum ada kabar. Padahal sebelumnya dijanjikan kerja di PT PWI dengan gaji UMR Lebak.

“Sampai sekarang kami belum dapet pekerjaan,” katanya.

Mereka berharap, uang yang telah serahkan pada AK dapat dikembalikan. Adapun mengenai proses hukum, hal tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, Kapolsek Rangkasbitung AKP Ugum Taryana membenarkan adanya laporan pungli yang dilakukan oleh oknum di PT PWI terhadap para pencari kerja.

“Laporanya sedang kita tangani. Kita juga akan kumpulkan bukti-bukti apa saja yang mereka bawa,” kata Ugum.

Pihaknya mengimbau, jika ada masyarakat yang menjadi korban dugaan pungli oleh oknum-oknum perusahaan agar melapor kepada pihak berwajib. (Deni).