Jembatan dan Jalan Poros Desa di Wanasalam Dikeluhkan Warga

Sejumlah warga Kampung Bojong Koneng, Desa Parungsari, Kecamatan Wanasalam sedang bergotong royong memperbaiki jembatan Ciastana yang menghubungkan antara Desa Parungsari, Desa Ketapang dan Desa Bejod. (Foto/Kus)

LEBAK,- Sejumlah warga di Kampung Bojong Koneng, Desa Parungsari, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak mengeluhkan kondisi jembatan Ciastana dan jalan poros desa yang menghubungkan antara desa Parungsari dengan desa Ketapang dan Desa Bejod.

Mereka kecewa, lantaran jalan dan jembatan tersebut tidak pernah dibangun. Padahal, jalan tersebut sangat penting bagi akses warga dari ke tiga desa.

“Saya sangat kecewa, pemerintah daerah selalu tutup mata,” kata Duri, salah seorang tokoh masyarakat desa Parungsari, Kamis (14/2/2019).

Dikatakanya, usulan pembangunan jembatan dan jalan sudah sering disampaikan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak, tapi tidak ada tanggapan. Padahal, dalam Musrenbang tingkat Kecamatan sudah menjadi skala prioritas.

“Yang saya tahu, usulan pembangunan jalan dan jembatan ini sudah masuk skala prioritas, tetapi realisasinya tidak ada,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan Musrenbang tidak berdampak positif bagi warga dan hanya formalitas saja. Padahal setiap tahun dalam kegiatan Musrenbang selalu diusulkan.

“Kami bingung mau kemana dan harus ke siapa lagi menyampaikan aspirasi ini. Karena usaha dan upaya sudah dilakukan tetapi hasilnya nihil,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Parungsari, Aan Suanda mengatakan, bahwa pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan harapan warganya.

“Kita sudah berusaha maksimal, selain melalui Musrenbang juga pengajuan lewat proposal ke Bappeda, dan Bupati Lebak melalui Dinas PUPR. Bahkan sudah disampaikan juga ke Gubernur melalui biro umum dan orang dekatnya,” katanya.

Aan menjelaskan, jumlah anggaran Dana Desa (DD) sangat terbatas, sehingga butuh dari sumber anggaran seperti APBN, APBD I atau APBD II.

“Dari DD tidak cukup, karena kita banyak pembangunan lainnya seperti jalan lingkungan dan jalan poros desa. Kami berharap jembatan Ciastana sepanjang 20 meter di Kampung Bojong Koneng agar dibangun oleh Kabupaten, Provinsi ataupun Pusat,” tukasnya. (Kus/Deni).