Gakumdu Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang Caleg PDI Perjuangan

Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kabupaten Lebak, Banten saat menggelar rapat untuk memproses calon anggota DPRD Lebak dari partai PDIP di kantor Bawaslu Lebak. (Foto/Dok).

LEBAK,- Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Lebak, Provinsi Banten, menghentikan proses penanganan kasus dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan Agus Imatullah (AI) calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) daerah pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Lebak dengan nomor register: 04/PL/PP/11.05/V/2019.

Keputusan tersebut diambil dalam agenda pembahasan kedua Sentra Gakkumdu yang terdiri atas Bawaslu Kabupaten Lebak, Kepolisian dan Kejaksaan. Pembahasan yang dilakukan Gakumdu sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB akhirnya memutuskan untuk menghentikan proses penanganan dugaan pelanggaran pemilu karena kurang alat bukti.

“Proses pemeriksaan dugaan tindak pidana pemilu ini kita hentikan,” kata Ketua Bawaslu Lebak, Odong Hudori kepada wartawan usai menggelar rapat Gakumdu di kantor Bawaslu Lebak, Selasa (14/5/2019).

Baca juga :
Diduga Lakukan Politik Uang, Bawaslu Lebak Panggil Caleg PDI Perjuangan

Odong menjelaskan, dari hasil klarifikasi terhadap saksi-saksi terkait laporan dugaan pelanggaran pemilu itu tidak terbukti. Jadi, menurutnya, pasal 352 yang disangkakan terhadap terlapor tidak terbukti.

“Semua saksi yang kita mintai keterangan tidak ada yang bisa membuktikan dugaan pelanggaran seperti ajakan atau pemberian uang yang dilakukan oleh terlapor AI,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Bawaslu Lebak menerima laporan dugaan politik uang oleh (AI) diduga dilakukan di Kampung Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten pada 29 April 2019 lalu. Kasus tersebut merupakan limpahan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Cibeber yang menerima laporan dari masyarakat berinisial (F). (Deni).