Fantastis, Anggaran MTQ XXXVI Capai Rp2,3 Miliar

Bupati Iti Octavia Jayabaya melambaikan tangan kepada peserta pawai ta'aruf.(Foto/Dok Humas Lebak)

LEBAK – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXVI tingkat Kabupaten Lebak di Kecamatan Sajira telah dibuka pada Senin (20/11) malam. Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali tersebut menghabiskan anggaran yang cukup fantastis, yakni Rp2,3 miliar.

Baca juga:
Usai Ikut Pawai ta’aruf, Ribuan Warga Terjebak Macet Empat Jam
Kemeriahan MTQ XXXVI yang mengakibatkan kemacetan di Sajira
Bandar Sabu Dibekuk Satresnarkoba Polres Lebak

Informasi yang diperoleh Orbit Banten, anggaran fantastis tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017. Dana tersebut akan digunakan untuk pembuatan panggung, biaya operasional dewan hakim, hadiah juara umum, konsumsi, pengamanan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan pihak kepolisian. Kegiatan pembuatan panggung MTQ XXXVI sendiri dilaksanakan oeh event organizer (EO).

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keagamaan pada Bagian Kesra Setda Lebak Iyan Fitriyana menyatakan, anggaran untuk MTQ XXXVI di Sajira kurang lebih Rp2,3 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Lebak dan diperuntukan untuk menyukseskan MTQ.

“Peruntukannya untuk panggung MTQ yang dilaksanakan EO, pengamanan, honor hakim, konsumsi, dan hadiah qari dan qariah yang berprestasi,” ujar Iyan kepada wartawan, Selasa (21/11).

Sebelumnya, pawai ta’aruf dan pembukaan MTQ XXXVI di Kecamatan Sajira telah dilaksanakan pada Senin lalu. Pada pawai MTQ XXXVI, para peserta banyak yang mengeluhkan panitia MTQ yang tidak mengatur lalu lintas dengan baik. Akibatnya, peserta MTQ dari 28 kecamatan terjebak macet berjam-jam ketika akan meninggalkan lokasi kegiatan.

“Saya terjebak macet lebih dari empat jam. Bahkan, tidak sedikit masyarakat harus jalan kaki untuk menghindari macet,” ungkap Rustandi, warga Cilograng.

Dengan anggaran yang besar, dia tidak menyangka kegiatan pawai ta’aruf dan pembukaan MTQ biasa-biasa saja. Bahkan, pawai MTQ dikeluhkan masyarakat dari berbagai kecamatan di Lebak.(Deni Sopandi)