Ditengah Pandemi, Petani Binaan PLN Bansel Panen Padi 150 Ton

Petani Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rampak Sekar Kampung Ciomas, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira bersama Manager PLN UP3 Banten Selatan Irwanto Wahyu Kusumo tengah panen padi, Selasa (31/8).

 

RANGKASBITUNG-Para petani yang bernaung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rampak Sekar Kampung Ciomas, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira melaksanakan panen padi, Selasa (31/8).

Produksi padi yang dihasilkan para petani Gapoktan binaan PT PLN Unit Pelaksana pelayanan Pelanggan (UP3) Banten Selatan cukup baik, ditengah pandemi Covis-19 ini.

Menurut Manager PLN UP3 Banten Selatan Irwanto Wahyu Kusumo, panen yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 ini menjadi momentum sangat penting. Hal ini juga menunjukkan bagaimana kuatnya upaya para petani untuk meningkatkan ketahanan pangan di tengah situasi yang sulit.

“Kami senang dapat berpartisipasi, memberikan dukungan yang diperlukan untuk para petani, dan pada saat bersamaan berupaya membantu penerapan pertanian dan menjaga ketahanan pangan,” katanya.

 

Manager PLN UP3 Banten Selatan Irwanto Wahyu menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Gapoktan binaan.

Dukungan yang diberikan PLN dalam pengelolaan lahan padi ini, kata dia diantaranya adalah memberikan bantuan pelatihan untuk meningkatkan keahlian para petani, pupuk dan gabah benih padi unggulan.

“Pada panen kali ini, memperoleh hasil panen rata-rata 5 ton per hektar. Saat ini, lahan yang dikelola seluas 30 hektar. Sehingga total panen padi kali ini sekira 150 ton,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya, bekerja sama dengan penyuluh pertanian memberikan pelatihan<span;> berupa pelatihan produktivitas pertanian tanaman padi. Para petani dibekali dengan ilmu-ilmu pertanian mulai dari pemilihan bibit unggul, pengendalian hama, pemupukan yang seimbang dan pengolahan tanah yang tepat.

“Serta penyuluh mendampingi sampai proses panen dihari ini terlaksana. Pemberian bantuan tidak hanya berupa pelatihan saja namun juga berupa benih padi unggul pertanian padi, pupuk dan karung packaging untuk benih dan beras senilai Rp 60 juta. Sehingga diharapkan para petani benar-benar bisa langsung mengaplikasikan pemberian bantuan tersebut dengan maksimal,” katanya.

Ketua Gapoktan Rampak Sekar Kampung Ciomas Desa Sindangsari Rudiansyah, mengaku<span;> gembira atas keberhasilan panen padi kali ini. Sebab, panen raya kali ini mampu menghasilkan 5 ton/ per hektar.

“Terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan oleh PLN dari supporting pelatihan penyuluhan produktivitas pertanian terutama tani padi, sampai dengan pemberian pupuk, serta bibit padi unggul. Kami para petani sangat senang, dengan bantuan ini, kami bisa mulai dari penanaman yang baik, memilih benih padi unggulan, pupuk yang tepat sehingga sampai dengan panen berhasil dimana beberapa petani lain disekitar kami belum bisa maksimal panen karena diserang hama,” katanya.

Sementara itu Kepala desa Sindangsari, Busro memgatakan, berterima kasih atas bantuan dari PLN yang telah mensupport petani di desanya. Sehingga, menghasilkan panen padi yang cukup memuaskan.

“Semoga kebermanfaatan satu bulir padi yang kami terima bisa berkembang menjadi minimal 10 kali lipat dan berkembang untuk ratusan kali keberkahannya,” katanya.(mt)