Dentuman Meriam Penanda Buka Puasa di Rangkasbitung

Petugas sedang bersiap-siap untuk menyalakan meriam sebagai penanda waktu buka puasa. (Foto/Deni).

LEBAK,- Setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda dalam menandai waktu berbuka puasa di bulan suci ramadhan. Di pusat kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten ini masyarakat sekitar akan mendengar suara dentuman meriam untuk menandai waktu buka puasa dan imsak sepanjang bulan ramadan.

Masyarakat di sekitar kota Rangkasbitung dapat mendengar suara dentuman meriam penanda buka puasa setiap hari yang dinyalakan oleh petugas khusus dari mesjid agung Al A’raaf Rangkasbitung. Jangkauan dentuman suara meriam ini dapat didengar masyarakat hingga sejauh kurang lebih lima kilometer. Setelah meriam dibunyikan, kemudian muazin mengumandangkan Azan Magrib.

Meriam tersebut tidak bisa berbunyi sendiri, Arif salah seorang yang dipercaya bertugas menyalakan meriam harus mempersiapkan segala sesuatunya sejak pukul setengah enam waktu setempat. Seperti menyiapkan sumbu yang sudah dibasuh dengan bensin hingga memasukan Karbit yang dicampur air kedalam meriam. Dia juga mengenakan haedset agar dentuman meriam tidak terlalu bising di telinganya.

Lihat Video :

“Dua menit sebelum waktu berbuka semua harus sudah siap. Jika waktunya kurang atau lebih meriam tidak bisa bunyi saat disulut,” kata Arif kepada Orbit Banten, Sabtu (11/5/2019).

Menurutnya, tradisi membunyikan meriam di Masjid Al-A’raaf Rangkasbitung ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam. Katanya, ia merupakan generasi ke delapan yang dipercaya bertugas menyulut meriam mewarisi para pendahulunya.

“Waktu awal-awal membunyikan meriam sih takut, tapi setelah dicoba beberapa kali malah ketagihan,” ungkapnya.

Tradisi unik membunyikan meriam sebagai penanda waktu berbuka dan imsak hingga saat ini masih dilakukan oleh pengelola Masjid Al-A’raaf. Tradisi tersebut merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dimiliki pemerintah Kabupaten Lebak. (Deni).