Budidaya Jagung Jadi Tambahan Penghasilan Petani

Kepala UPT Pertanian Kecamatan Muncang Ade Fatoni menjemur jagung hasil panen petani di Muncang, Sabtu 13/01 kemarin, (Foto/Ali).

MUNCANG – Program penanaman padi, jagung, dan kedelai (Pajale) dari pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distambun) menjadi penghasilan tambahan bagi para petani. Seperti yang diasakan oleh para petani di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak.

Kecamatan Muncang sendiri tercatat 928 hektar yang di tanami jagung di 12 desa yang ada di kecamatan ini, terbanyak di desa Girijagabaya seluas 118 hektar.

“Untuk panen rata-rata menghasilkan 2,5 sampai 3 ton per hektar, panennya pun bertahap hampir setiap hari ada saja petani yang menjual hasil panennya. Apalagi jagung yang ditanam di areal pesawahan panennya mencapai 4 ton per hektarnya,” kata Ade Fatoni, Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pertanian Kecamatan Muncang kepada Orbit Banten,di lokasi panen jagung, Sabtu (13/1) kemarin.

Menurut Ade, para petani di Kecamatan Muncang, memanfaatkan dengan baik bantuan bibit jagung dari program Pajale tahun 2017. Bahkan, kata Ade, saat ini para petani sangat antusias ingin menanam jagung yang awalnya enggan untuk menanamnya.

”Memang kami sangat memaklumi kekhawatiran dari para petani yakni masalah pemasaran. Namun, dengan berbagai upaya, kita mencari perusahaan-perusahaan yang bisa menampung hasil produksi dengan jumlah banyak. Akhirnya kita menemukan beberapa perusahaan tersebut, seperti perusahaan pakan ayam di Tangerang dan Bogor,” papar Ade.

Kini, sambung Ade, bisa dilihat sendiri para petani tidak kesuliatan lagi dalam hal pemasaran.”Dengan jumlah jagung sedikitpun kita tampung. Kita beli dari petani sebesar Rp. 1.500 per kilogramnya. Adapun jenis jagung yang ditanam petani di Muncang yakni jenis varietas bisi 2, NK 212 dan pioner. Alhamdulillah kini para petani memiliki penghasilan tambahan dengan bertanam jagung,” ujar Ade.

Sementara itu, Syahroni salah seorang petani warga Kecamatan Muncang, mengaku, sekali panen jagung bisa menghasilkan Rp. 2 juta.

”Lahan saya yang ditanami jagung hanya seluas 2 hektar dan mampu menghasilkan 4 ton jagung. Alhamdulillah dari mulai tanam hingga panen selama 3 bulan 10 hari modal bisa kembali dan mendapat untung Rp. 2 juta lebih,” ungkapnya. (Ali).