Jalin Sinergitas, BNPB Apresiasi Eksitensi Gugus Mitigasi Lebak Selatan

Kepala Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Bambang Surya Prima (kiri) menyerahkan bantuan masker kepada ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Abah Lala di Posko Gugus Mitigasi Lebak Selatan di Villa Kiara Payung, Kecamatan Panggarangan. (Ft Istimewa)

LEBAK-Kepala Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Bambang Surya Prima menyatakan, kejadian bencana yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, khususnya saat ini masih dalam kondisi pandemic Covid-19, tak menyurutkan relawan kebencanaan untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Salah satunya komunitas Gugus Mitigasi Lebak selatan. Karenanya, informasi terkait dengan bencana perlu dikumpulkan, diproses, dianalisis dan selanjutnya disusun laporan serta didiseminasikan.


Dia mengatakan, dalam pelaksanaan hal-hal tersebut maka diperlukan adanya Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) yang mampu mengelola data, informasi dan rencana operasi hingga menyebarluaskan kepada pejabat berwenang maupun masyarakat melalui media dalam rangka pengurangan jumlah korban maupun kerugian ekonomi selama sebelum bencana, saat bencana dan setelah bencana.

“Salah satu tujuan kami kesini (lebak selatan) adalah meninjau, melihat kesiapan temen-temen di daerah telah menyusun operasi kedaruratan seperti apa? Terutama untuk daerah seluas Lebak ini,” ujar Bambang, saat mengunjungi Posko Gugus Mitigasi Lebak Selatan di Villa Hejo Kiara Payung, Kecamatan Panggarangan.

Menurutnya, Pusdalops memerlukan kerjasama dari semua elemen masyarakat termasuk Gugus Mitigasi Lebak selatan untuk mempersiapkan pusdalops di level desa.

“Kami menyambut baik upaya teman-teman Gugus Mitigasi Lebak Selatan yang akan membangun command center skala desa karena substansinya ini sama saja dengan pusdalops,” katanya.

Dia juga mengapresiasi yang telah dilakukan gugus Mitigasi Lebak selatan dalam melakukan edukasi mitigasi kebencanaan kepada warga masyarakat.

“Apa yang telah dilakukan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan dapat menjadi best practice upaya masyarakat membangun kesiapsiagaan secara mandiri. Saya selaku Kepala Pusdalops BNPB mendukung penuh upaya-upaya yang akan dilakukan di masa datang melalui sinergi kerja seperti yang telah dilakukan dengan lembaga lain,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Banten, Verry Junanta mengatakan, ditengah upaya penanganan Covid-19 yang terus dilakukan, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten tetap konsisten membangun upaya ketangguhan menghadapi bencana gempa tsunami.

“Harus kita akui, dengan keterbatasan sumberdaya, pemerintah pun memerlukan dukungan dari komunitas untuk membangun ketangguhan ini, terlebih di Lebak Selatan yang sangat jauh dari pusat-pusat pemerintahan,” kataya.

Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Abah Lala memaparkan kondisi geografis Lebak Selatan dan berbagai potensi bencana yang ada salah satunya potensi bencana gempa megathrust.

“Saat ini Desa Panggarangan tengah melaksanakan kegiatan Piloting Tsunami Ready yang dapat menjadi rujukan bagi 21 desa yang ada di pesisir selatan,” katanya.(mt)