Aktivis Kumala Sebut Ketua DPRD Lebak Tidak Konsisten

Sejumlah aktivis Kumala saat mendatangi kantor DPRD Lebak untuk menjawab tantangan diskusi terbuka bersama Ketua DPRD Lebak, Kamis 12/7/2018. (Foto/Dok).

LEBAK,- Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) kembali mendatangi kantor DPRD Kabupaten Lebak, Kamis (12/7/2018).

“Hari ini kami datang ke Kantor DPRD Lebak sebagai bentuk konsistensi perjuangan mahasiswa untuk memenuhi tantangan dari Ketua DPRD Lebak,” kata Koordinator Kumala Riyad Fahmi kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Kumala menilai, Ketua beserta anggota dewan tidak konsisten terkait tantangan diskusi terbuka dengan Kumala. Pasalnya, hingga Kamis (12/7/208) pukul 10.00 WIB ketua dan anggota DPRD tidak hadir di ruang rapat paripurna.

Baca juga :
Dinilai Gagal, Kumala Soroti Kinerja DPRD Lebak

“Ini jelas bukti bahwa ketua berikut anggota tidak menepati janjinya atas tantangan untuk menggelar audiensi. Padahal kami hadir sebelum waktu yang ditentukan,” katanya.

Kumala menegaskan, bahwa ketua dan anggota dewan Lebak tidak disiplin waktu. “Jangankan ngurus rakyat, ngurus waktu saja mereka (dewan,-red) tidak becus. Semoga masyarakat dapat menilai kondisi ini dengan bijak karena kita akan menghadapi pileg pada 2019 nanti,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Lebak Junaedi Ibnu Juhri membantah telah terlambat waktu untuk menggelar diskusi terbuka dengan Kumala.

“Hanya memang mahasiswa yang tidak mau diskusi dan tidak jadi persoalan. Adapun kritik yang disampaikan Kumala kemarin itu dijadikan hikmah buat DPRD agar kedepan bisa lebih baik lagi,” kata Junaedi kepada wartawan.

Terkait terkait penyegelan pintu sekretariat DPRD, pihaknya menilai tidak menjadi masalah.

Menurutnya, Kumala merupakan kaum intelektual yang mempunyai cita-cita yang sama untuk membangun Lebak. Pihaknya juga menegaskan, tidak akan menindaklanjuti upaya hukum atas tuduhan Kumala yang menyebut anggota dewan telah membodohi rakyat.

“Itu akan saya pertimbangkan karena mereka juga sudah saya anggap sebagai adik sendiri. Karena saya juga pernah menjadi mahasiswa seperti mereka,” tandasnya. (Alvin/Deni).