YTMS Santuni 78 Anak Yatim di Baduy

Mantan anggota KPK, M Yasin didampingi Dewan pendiri dan pengurus yayasan saat menyalurkan bantuan kepada anak yatim piatu di Baduy. (Foto/Deni).

LEBAK,- Yayasan Taman Mandiri Syari’ah (YTMS) Tangerang memberikan santunan kepada puluhan anak yatim yang ada di Baduy. Penyaluran santunan berupa uang dan bingkisan tersebut dilaksankan di kediaman Jaro Saijah (Kepala Desa,-red) Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (15/9/2018).

Hadir pada kesempatan tersebut, mantan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M. Yasin, Dewan Pendiri Yayasan Mandiri Syari’ah Supriono, Jaro Saijah, serta jajaran pengurus yayasan. Pada kesempatan itu pula, YTMS mengundang sebanyak 78 anak yatim piatu yang tersebar di sembilan Kampung di Desa Kanekes.

“Kami sengaja ingin datang ke suku Baduy, sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak yatim disini,” kata Dewan Pendiri YTMS Supriono kepada Orbit Banten, Sabtu (15/9/2018).

Lihat video :

Supriono menegaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian YTMS kepada sesama, dan tidak ada unsur apa-apa. Karena memang yayasan ini bergerak dibidang sosial.

“Ini adalah gerakan sosial yang rutin kami lakukan setiap bulan. Insya Allah kedepan kami akan melakukan gerakan sosial bersama para donatur, salah satunya dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia yang ada di wilayah Banten,” ujarnya.

Ditempat yang sama, M Yasin, mantan anggota KPK pada masa pemerintahan SBY ini sangat mengapresiasi pemberian santunan kepada puluhan anak yatim yang ada Baduy teraebut. Ia juga mengimbau, kepada para donatur untuk bersama-sama membantu masyarakat yang kurang mampu agar mendapatkan peningkatan kegiatan ekonomi.

Apalagi di Baduy ini, kata Yasin, selain menjadi tujuan objek wisata budaya, juga masyarakatnya memiliki usaha kerajinan tenun yang mesti didukung oleh semua pihak. Karena hal ini bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk datang ke Baduy.

“Yakinlan, bahwa kegiatan YTMS ini sangat bagus. Saya juga berharap, YTMS ini dapat mengembangkan kegiatanya pada bidang lain, seperti pendidikan, kesehatan atau kegiatan dibidang pengembangan usaha bagi masyarakat kecil,” katanya.

Sementara itu, Jaro Saijah mengaku senang dengan adanya santunan kepada anak yatim piatu yang ada di Baduy. Meski kegiatan seperti ini baru pertama kali, namun pihaknya sangat terbuka jika ada lembaga atau kelompok lain yang ingin berbagi dengan masyarakat Baduy.

“Kami sangat berterima kasih sekali sudah bisa hadir ke Desa kami. Terus terang saja, kegiatan santunan ini baru pertama kali dilakukan di Baduy. Mudah-mudahan makin banyak lagi kelompok lain yang mau berbagi disini,” tukasnya. (Deni).