Warga Sukamekarsari Keluhkan Aktivitas Pembuangan Limbah PD Disko

Salah seorang warga sedang menunjukan gorong-gorong yang digunakan untuk membuang limbah PD Limun Disko. (Foto/Yusup).

LEBAK,- Warga Kampung Bojong Kapunah, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten mengeluhkan adanya aktivitas pembuangan limbah yang dilakukan oleh Perusahaan Dagang (PD) Limun Disko yang berada di Jalan Raya Leuwidamar, Desa Sukamekarsari, Kabupaten Lebak.

Pasalnya, limbah dari PD Limun Disko dibuang langsung ke aliran sungai Cisimeut melalui gorong-gorong dan melintasi perkebunan milik warga.

Arsad (80) Warga Kampung Bojong Kapunah, Desa Sukamekarsari menjelaskan, aktivitas pembuangan limbah PD Limun Disko ke aliran sungai Cisimeut sudah berlangsung lama. Limbah tersebut dibuang melalui gorong-gorong yang melintasi lahan warga. Ia mengaku, mendapat konfensasi berupa beras dari pihak perusahaan atas penggunaan lahanya tersebut.

“Kalau dulu, setiap tahun sering dapet beras dari perusahaan. Tapi sekarang, udah lima tahun ini engga dapet,” kata Arsad ketika ditemui Orbit Banten, Kamis (2/8/2018).

Menurut Arsad, akibat aktivitas pembuangan limbah tersebut, kini tanah di perkebunan miliknya menjadi tidak subur sehingga banyak tanaman yang layu dan mati.

“Warga juga sekarang suka gatal-gatal kalau mandi di sungai,” ujarnya.

Senada diungkapkan Nining (65), yang rumahnya tidak jauh dari kawasan produksi PD Limun Disko mengaku, sering mencium bau tidak sedap yang berasal dari kawasan perusahaan.

“Baunya sudah membuat sesak nafas dan bikin pusing warga,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa Sukamekarsari Abdulrahman menjelaskan, bahwa proses produksi Terasi yang dilakukan PD Limun Disko tidaklah berizin.

“Kalau izin lingkungan, waktu itu mereka izinya produksi Limun Disko bukan produksi Terasi. Kalau disko itu ada izinnya, kalau Terasi itu ga ada,” paparnya.

Sementara itu, saat hendak mengkonfirmasi perihal perizinan kepada pihak perusahaan, media tidak diperbolehkan masuk oleh security yang tengah berjaga, dengan alasan bahwa pemilik perusahaan sedang tidak ada ditempat. (Yusup).