Wabup Lebak Minta Pelaku UMK Bermitra dengan Pengusaha Besar

Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi sedang menandatangani kerjasama strategis antara usaha besar kecil dan menengah dengan Manager NSC Rangkabitung, Rahmat Septiadi Moscha dan Ketua PHRI Banten, Ahmad Sari Alam di Hotel Kharisma Rangkasbitung. (Foto/Dok.).

LEBAK,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lebak meminta para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Kabupaten Lebak bermitra dengan pengusaha besar. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi saat menggelar penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemda Lebak dengan New Star Cinema (NSC) Rangkasbitung, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, di Hotel Kharisma Rangkasbitung, Kamis (5/12/2019).

“Pelaku UMK di Lebak harus melakukan rekstrukturisasi dan reorganiasai agar dapat memenuhi permintaan konsumen yang makin spesifik, serta produk yang berkwalitas dengan harga yang murah,” kata Ade Sumardi.

Dikatakan Ade Sumardi, untuk mencapai keberhasilan dan persaingan di pasar domestic maupaun pasar global tersebut, akan lebih mudah diwujudkan apabila dalam pelaksanaannya, UMK melibatkan pelaku usaha besar.

“Kewajiban kita menyambungkan antara pengusaha besar dengan UMK. Karena maju itu tidak boleh sendiri, tapi harus bareng-bereng dengan mendekatkan kesenjangan,” ujarnya.

Menurutnya, jika kesejangan terlalu tinggi, hal itu akan berdampak pada ketidaknyamanan dan kondusifitas persiangan usaha. Untuk itu, pihaknya meminta agar UMK dengan pengusaha besar dapat berkolaborasi dengan memegang prinsip saling menguntungkan, memperkuat dan saling membutuhkan.

Wabup juga berharap, masyarakat turut menjaga kondisifitas agar investor yang sudah ada di Kabupaten Lebak merasa nyaman. Sehingga dapat menyerap ribuan tenaga kerja. Selain itu, lanjut Wabup, proses pelayanan perijinan harus terus ditingkatkan karena pengusaha butuh kepastian waktu.

“Kepastian waktu dalam proses perijinan perbaiki, masyarakat juga turut menjaga kondusifitas, sehingga investor yang sudah ada dan telah menyerap ribuan tenaga kerja tidak kabur,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Yosep Mohamad Holis mengatakan, bahwa kemitraan merupakan suatu strategi bisnis yang dilakukan para pelaku usaha untuk meraih keuntungan bersama dengan perinsip saling membutuhkan dan membersarkan.

“Kemitraan ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan antara UMK dan pengusaha besar. Sehingga akan tercapai pertumbuhan dan pemerataan,” ujarnya. (Deni).