Tuntut Keadilan, Petani Cilangkap Datangi DPRD Lebak

Sejumlah perwakilan petani Cilangkap, Kecamatan Maja sedang audiensi dengan anggota DPRD Lebak, di aula Badan Musyawarah. (Foto/Deni).

LEBAK,- Sejumlah petani yang tergabung dalam Forum Solidaritas Masyarakat Petani Cilangkap (FSMPC), Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, di Rangkasbitung, Rabu (2/10/2019).

Mereka menuntut keadilan kepada wakil rakyat atas persoalan tanah antara petani penggarap dengan PT Wira Karya Persada (PT WKP).

“Petani di sana sedang dirundung masalah karena ada oknum pengusaha yang berusaha untuk mengusir kami,” kata koordinator FSMPC, Suganda usai audiensi dengan anggota DPRD Lebak, Rabu (2/10/2019).

Kini lahan tersebut, kata Suganda, sudah tidak bisa digarap oleh petani karena dilarang oleh pengusaha. Padahal lahan tersebut menjadi sumber pencaharian masyarakat sejak puluhan tahun silam.

“Lahan ini digarap oleh beberapa petani dari desa Cilangkap, Pasirkacapi, dan desa Sangiang,” ungkapnya.

Katanya, para petani hanya menuntut keadilan dan meminta agar perusahan memberi kebebasan kepada petani untuk menggarap lahan disana. Karena menurutnya, lahan tersebut sedang dalam poses kasasi di pengadilan.

“Kami ingin diajak musyawarah, dan perusahaan juga harus menghargai proses kasasi yang sedang berlangsung. Setelah terbukti bahwa itu milik PT, petani juga siap untuk angkat kaki dari sana,” katanya.

Sementara itu, wakil ketua DPRD Lebak, Ucuy Masyhuri mengatakan, bahawa pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan petani Cilangkap.

“Ini akan dibahas dalam rapat pimpinan. Nanti keputusanya seperti apa kita tunggu saja hasilnya. Jika memungkinkan kita juga akan meninjau ke lokasi dan memanggil para pihak terkait,” tukasnya. (Deni).