TKSK Malingping Kawal Penyaluran Program Sembako

LEBAK,- Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Malingping, selaku pendamping program sembako berkomitmen untuk mengawal program sembako sesuai dengan pedoman umum program sembako tahun 2020.

Selain itu, komitmen ini berdasar kepada surat dari tim Koordinasi Bantuan Sosial Pangan (BSP) program Sembako yang ditanda tangani oleh Sekda Kabupaten Lebak Dede Jaelani.

Menanggapi hal tersebut, Evi Febrianti, TKSK Kecamatan Malingping mengungkapkan bahwa dirinya siap untuk mengawal program sembako ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan pedoman umum dan surat yang disampaikan oleh Tim Koordinasi Program Sosial Pangan (BSP) Kabupaten Lebak.

Dalam melakukan pendampingan program sembako ini lanjut Evi, pihaknya akan mengutamakan kepentingan keluarga penerima manfaat (KPM) sehingga program ini berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, ia pun tidak akan segan-segan untuk menegur agen e-waroong jika sembako yang disediakannya tidak sesuai dengan prinsip 6 T.

Menurut Evi, agen e-waroong sudah menandatangani pakta integritas tentang kesiapannya untuk melakukan penyaluran program sembako sesuai dengan pedoman umum.

Jika agen e-waroong tidak melaksanakan sesuai dengan fakta integritas tersebut, lanjut Evi, maka pihaknya akan merekomendasikan kepada Dinas Sosial Kabupaten Lebak dan pihak Bank Rakyat Indonesia untuk dicabut sebagai agen e-waroong.

Dalam melaksanakan pendampingan lanjut Evi, ia berkomitmen untuk tidak mengarahkan agen-ewaroong untuk melakukan kerjasama dengan pihak supplier manapun.

“Mau ke supplier manapun silakan mau mandiri itu lebih bagus” Tutut Evi.

Evi pun berharap kepada KPM untuk menolak menerima sembako yang dijual oleh agen e-waroong Jika kualitas dan harganya tidak sesuai.

“Jika kualitasnya jelek, timbangannya tidak sesuai, harganya tidak sesuai dengan harga pasar, KPM jangan mau menerima sembako tersebut” paparnya.

Untuk.diketahui, dalam surat edaran tim Koordinasi Bantuan Sosial Pangan (BSP) tersbut, Dede Jaelani meminta kepada seluruh agen e-warong Bantuan Sosial Pangan (BSP) program sembako agar melayani kebutuhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan sebaik-baiknya.

Agen e-warung, ditekankan dapat menjaga prinsip 6 T dalam menjalankan program tersebut, yakni tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu dan tepat administrasi. (Kus).