Tersangka Korupsi Pengadaan Bibit Kakao Kembalikan Uang Kerugian Negara Rp 125 Juta

Kasie Pidsus Kejari Lebak Dodi Wiraatmaja menyaksikan penandatanganan berita acara penyerahan uang korupsi kepada kejaksaan di ruang kerja Kasi Pidsus. (Foto/Deni).

LEBAK,- Tersangka kasus korupsi pengadaan bibit Kakao, Cengkeh dan Aren tahun 2016 Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lebak, mengembalikan uang korupsi sebesar Rp 125 juta kepada Kejaksaan Negeri Lebak, Rabu (5/12/2018).

“Kami menerima pengembalian uang kerugian negara sebesar Rp 125 juta dari tersangka KA,” kata Kasi Pidsus Kejari Lebak, Dodi Wiraatmaja kepada Orbit Banten di ruang kerjanya.

Baca juga :
Kejari Tetapkan Mantan Kepala Dishutbun Lebak Jadi Tersangka Korupsi

Dodi mengatakan, penyerahan uang sebesar Rp 125 juta ini sebagai bentuk tanggung jawab tersangka terhadap kesalahanya. Sebelumnya, kata Dodi, pihak Kejari sudah menerima pengembalian uang kerugian negara dari tersangka sebesar Rp 26 juta.

“Total uang yang sudah dikembalikan tersangka jumlahnya sebesar Rp 146 juta dari total kerugian keuangan negara sebesar Rp 604 juta dengan rincian Rp 397 APBN dan Rp 207 APBD,” terang Dodi.

Pihaknya menegaskan, pengembalian kerugian negara tidak akan menghentikan penanganan perkara.

Baca juga :
Penyidik Kejaksaan Kembali Periksa Tersangka Korupsi Pengadaan Bibit Kakao

“Tapi ini akan menjadi bahan pertimbangan kita nanti saat penuntutan,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka Acep Saepudin mengatakan, pengembalian kerugian negara sebesar Rp 125 juta sebagaimana pengakuan kliennya saat dilakukan BAP.

“Jika kedepan lebih dari itu, kita akan coba komunikasi lagi. Yang jelas sesuai pengakuan kalien kami saat BAP itu sebesar Rp 125 juta,” kata Acep.

Selain mengembalikan kerugian negara, pihaknya juga mengajukan penahanan kota terhadap klienya KA karena alasan kesehatan.

“Saya kira cukup beralasan, karena saat ini kondisi KA sedang kritis. Kita berharap pengajuan ini dapat dikabulkan,” tandasnya. (Deni).