Siswa SDN 3 Padasuka Rela Belajar Berdesak-desakan

Kegiatan belajar mengajar di ruang kelas VI SDN 3 Padasuka tetap berjalan meski kondisi atap plafon ditopang denganbpenyangga kayu karena hampir rubuh, Jumat 20/7/2018, (Foto/Deni).

MAJA,- Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Padasuka, Kabupaten Lebak, Banten ini hampir rubuh akibat termakan usia. Ratusan siswa di sekolah itupun harus rela berdesak-desakan saat mengikuti kegiatan belajar berlangsung.

Pantauan Orbit Banten, Jumat (20/7/2018), sekolah yang berlokasi di Kampung Cirangkong, Desa Padasuka, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten ini mempunyai enam ruang kelas.

Meski rusak, sekolah ini tetap digunakan sebagai sarana kegiatan belajar. Hampir disemua titik ruang kelasnya rusak. Bahkan, saat musim penghujan tiba, siswa di sekolah ini harus mencari tempat yang aman dari atap yang bocor.

Intan, siswa kelas VI SDN 3 Padasuka ini mengaku harus berbagi konsentrasi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Pasalnya atap ruang kelasnya hampir rubuh.

“Kadang merasa takut, soalnya atap ruang kelasnya mau roboh,” katanya kepada Orbit Banten, Jumay (20/7/2018).

Hal yang sama diungkapkan Irma, siswa kelas IV ini mengaku ruanganya tetap bocor ketika hujan. Meski begitu, siswa di SDN ini tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap belajar.

“Kalau hujan ruangan kelas ini bocor. Biasanya, sebelum jam pelajaran dimulai harus dibersihkan (ngepel,-red) dulu,” ujarnya.

Kepala SDN 3 Padasuka Lilin Herlina mengatakan, bahwa bangunan sekolah yang berdiri sejak tahun 80-an tersebut sempat direnovasi satu kali pada tahun 2003 lalu, dan hingga saat ini belum pernah direnovasi kembali.

“Kami sudah konsultasikan ke UPT Pendidikan Maja. Tapi untuk pengajuan perbaikan ruang kelas tahun 2018 ini katanya sudah terlambat,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ruang kelas SDN 3 Padasuka ini mengalami kerusakan disemua titik. Kerusakan terparah ada di ruang kelas enam, hingga bagian atap plafon harus ditopang dengan kayu penyangga. Sedangkan ruang kelas 1 sampai 5 semuanya bocor.

Pihaknya berharap, perbaikan gedung sekolah bisa dilakukan secepatnya, agar kegiatan belajar siswa tidak terganggu.

“Kondisi itu tentu memengaruhi proses belajar mengajar, konsentrasi siswa jadi ikut terganggu,” tandasnya. (Deni).