Siap Bersinergi, Bapera Dukung Visi Bupati Lebak

LEBAK – Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Kabupaten Lebak siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan. Termasuk, menyukseskan visi Bupati Iti Octavia Jayabaya Menjadikan Lebak Sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal.

Ketua Bapera Kabupaten Lebak Wahyudi mengatakan, Lebak memiliki potensi wisata yang cukup melimpah. Bahkan, kabupaten yang terletak di wilayah Banten selatan ini memiliki destinasi wisata yang sangat lengkap. Mulai dari wisata alam, wisata budaya, sejarah, dan wisata religi yang tersebar di 28 kecamatan.

“Destinasi wisata alam di Lebak tersebar di 28 kecamatan. Bahkan, di Lebak selatan ada Pantai Sawarna, Bagedur, Pasir Putih, Kebun Teh Cikuya, Curug Munding, wisata adat kasepuhan Cisungsang, dan Negeri di Atas Awan Gunung Luhur,” kata Wahyudi di Rangkasbitung, Sabtu (3/10).

Tidak hanya itu, Lebak juga memiliki obyek wisata air terjun, arung jeram, situs kosala, situs cibedug, kaolotan Citorek, kaolotan Guradog, Museum Multatuli, dan pemandian air panas alam Cipanas. Potensi wisata yang melimpah tersebut dapat dioptimalkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Bapera siap bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk mendukung tumbuhnya industri pariwisata di Lebak.

Apalagi, sekarang sudah beroperasi double track kereta commuter line relasi Rangkasbitung – Tanah Abang. Dari Jakarta, wisatawan hanya butuh waktu kurang dari dua jam untuk sampai ke Rangkasbitung. Tidak hanya itu, Lebak juga akan dilalui jalan tol yang menjadi penghubung wilayah Banten utara dan Banten selatan. Jalan Tol Serang – Panimbang ini rencananya akan mulai beroperasi fungsional pada  pertengahan 2021.

“Jika wisata tumbuh maka akan berimbas terhadap pelaku usaha mikro kecil menengah (UKM). Karena itu, Bapera akan pro aktif mendukung pertumbuhan UMKM,” ungkapnya.

Sekretaris Bapera Kabupaten Lebak Mastur Huda mengatakan, potensi yang dimiliki Lebak harus dimaksimalkan. Selama ini, Lebak dikenal sebagai daerah tertinggal. Predikat tersebut masih melekat.

Walaupun sebenarnya, Lebak telah keluar dari status sebagai daerah tertinggal di Indonesia. Karena itu, agar daerah ini cepat sejajar dengan kabupaten kota lain di Indonesia maka Bupati dan jajarannya harus melakukan akselerasi dan inovasi. Terpenting, semua elemen masyarakat di daerah dapat berpartisipasi aktif mendukung program tersebut.

“Kita siap bersinergi dan mendukung kebijakan Bupati di bidang pariwisata. Dengan harapan, ke depan Lebak lebih maju dan masyarakatnya hidup sejahtera,” harapnya.(*)