Seren Tahun Pertama di Lebak Selatan Berlangsung Meriah

Foto bersama ormas LMPI MAC Malingping dengan pengurus Padepokan Macan Tutul Banten Kidul usai menggelar seren tahun pertama yang di gelar di Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Minggu, 18/3, (Foto/Dok.).

LEBAK, – Lembaga Padepokan Macan Tutul Banten Kidul Kaolotan dan Seni Budaya Adat Tradisi menggelar acara seren tahun untuk pertama kalinya, Minggu (18/3). Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 sampai 15.00 WIB digelar di Desa Mekarsari Kecamatan Cihara dan berlangsung meriah dengan rangakain kegiatan helaran, angklung, sunatan masal bagi 36 anak di desa setempat, gong gede, shalawat badar, sejarah pengesahan perkawinan banten/goong koneng, menceritakan sejarah Gunung Santri, Gunung Rahayu yang dibawakan oleh Sunan Kalijaga, dan sejarah pengangkatan Dwi Sri melalui lesung, dan menceritakan sejarah Prabu Siliwangi.

“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat, Ormas, tokoh masyarakat, dan potensi lainnya,” kata divisi informasi dan publikasi Padepokan, Juheri, Minggu (18/3).

Acara seren tahun yang pertama ini, lanjut Juheri, berlangsung meriah. Selain menampilkan atraki debus oleh anak-anak muda Desa Mekarsari, juga diisi dengan hiburan jaipongan.

“Pendanaan kegiatan ini diperoleh dari partisipasi masyarakat, lembaga padepokan, dan sponsor. Insya Allah acara pelestarian budaya ini akan menjadi agenda rutin, sebagai wujud melestarikan seni budaya kearifan lokal desa setempat,” ujarnya.

Ditambahkan Marhawi selaku bagian kesenian pancasilat mengatakan, kegiatan seren tahun yang dipelopori oleh Padepokan Macan Tutul Banten Kidul pimpinan Aki Surhedi tidak akan berjalan lancar tanpa partisipasi dan dukungan dari pemerintah, muspika Cihara, ormas, dan masyarakat.

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik masyarakat, Ormas LMPI, Muspika Kecamatan Cihara. Acara ini bisa sukses karena ada dukungan dari semuanya,” ujar Marhawi.

Sementara itu, ketua ormas LMPI MAC Malingping, Mohamad Iyos Rosyid menyatakan, pihaknya mengapresiasi atas kekompakan masyarakat Desa Mekarsari dalam menggelar acara seren tahun.

“Masyarakat Desa Mekarsari begitu solid dan kompak. Tradisi kaolotan merupakan kekayaan yang harus dilestarikan oleh bangsa Indonesia,” kata pria yang akrab dipanggil Yosa ini.

Ia menyayangkan, akses jalan di desa Mekarsari belum begitu mulus masih berbatu dan licin. Ia berharap, pemerintah dapat memperhatikan infrastruktur diwilayah tersebut.

“LMPI MAC Malingping sangat mendukung pelestarian adat dan tradisi seperti ini. Hal ini dibukuktikan dengan banyaknya anggota LMPI yang terlibat di lembaga Padepokan Macan Tutul Banten Kidul Kaolotan Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara,” tandasnya. (Deni).