Semester Ini, Ada 25 Kasus Pelecahan Seksual di Kabupaten Lebak

RANGKASBITUNG – Kasus pelecehan seksual dan kekerasan seksual di Kabupaten Lebak mencapai 25 kasus pada semester tahun 2019 ini. Didominasi oleh perempuan dewasa dan anak dibawah umur.

Hal tersebut disampaikan ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lebak Ratu Mintarsih di rumah singgah Dinas Sosial Kabupaten Lebak di Kampung Sawah, Kelurahan Muaca Ciujung Barat, Rabu (3/7/2019).

Mintarsih mengungkapkan, di bulan Januari sampai awal bulan Juli ini Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lebak menerima puluhan laporan atau kasus berbagai macam pelecahan seksual.

“Kami menerima banyak laporan mengenai pelecahan seksual dan kekerasan seksual di Lebak. Kebanyakan dari perempuan dewasa dan anak-anak dibawah umur juga ada, namun cuma beberapa persen saja. Di semester ini juga kami telah menerima 25 kasus pelecehan seksual, kalau di tahun 2018 total ada 32 kasus,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Mintarsih, P2TP2A juga sedang menangani kasus pelecehan seksual anak yang dilakukan bapaknya sendiri hingga hamil. Saat ini proses sedang dilakukan dan ditandatangani pihak berwajib. (Omat).