Satreskrim Polres Lebak Bekuk Pelaku Pencurian Sertifikat Tanah di Kantor BPN

Pelaku pencurian beserta ratusan buku sertifikat tanah milik BPN Kabupaten Lebak ditampilkan dalam jumpa pers yang digelar oleh Polres Lebak di halaman Mapolres setempat. (Foto/Deni).

LEBAK,- Satreskrim Polres Lebak, Banten berhasil membekuk pelaku pencurian ratusan lembar Sertifikat Hak Milik atas tanah (SHM) milik Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lebak. Dari tangan pelaku, jajaran Satreskrim Polres Lebak berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 566 SHM beserta barang bukti lainya.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku pencurian disuruh oleh seseorang untuk mengambil sertifikat tanah di kantor BPN Rangkasbitung,” kata Kapolres Lebak, AKBP Dani Arianto dalam keterangan persnya di halaman Mapolres Lebak, Selasa (02/10/2018).

Baca juga:
Sembilan Perwira Polres Lebak Dimutasi

Kapolres mengungkapkan, pencurian ini terjadi pada Rabu (15/8/2018) lalu sejira pukul 22.00 WIB oleh pelaku berinisial HH (46) warga Kampung Narimbang Pasir RT 02/RW 03 Desa Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

“Modusnya pelaku masuk kedalam halaman Kantor BPN dengan cara masuk melalui lorong/gorong-gorong bawah pagar samping kantor, kemudian pelaku naik keatap gĂ©nteng menggunakan anak tangga yang tersimpan di samping ruang arsip dan mengambil barang berupa sertifikat tanah,” kata Kapolres.

Baca juga:
Polres Lebak Bekuk Pengedar Sabu di Rangkasbitung

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lebak AKP Oka Nurmulia Hayatman menambahkan, pelaku ini sehari-hari bekerja sebagai Office Boy (Cleaning service) di kantor BPN Lebak. Pelaku HH ini nekat mencuri karena tergiur iming-iming uang sebesar Rp 50 juta dari seorang laki-laki berinisial AJ yang kini masih buron.

Sebebelum mengambil sertifikat di ruang arsip BPN, lanjut Oka, HH ini telah diberikan uang sebesar Rp 5 juta sebagai uang DP dan jika berhasil mengambil beberapa sertifikat tersebut, maka akan diberikan uang bonus oleh AJ sebesar Rp 50 juta.

“Atas kejadian tersebut BPN mengalami kerugian sebesar Rp 157 juta. Dan dari tangan pelaku kita amankan sebanyak 566 sertifikat tanah dan satu buah anak tangga sebagai barang bukti. Pelaku kita jerat pasal 363 dengan ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun,” tandasnya. (Deni).