Remaja di Lebak Dapatkan Bimbingan Pra Nikah dan Usia Nikah

LEBAK,- Sebanyak 60 remaja di Kabupaten Lebak mendapatkan bimbingan pra nikah dan usia nikah dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak di Kantor Kemenag Jalan Siliwangi, Rangkasbitung pada Selasa (13/11/2018).

Bimbingan tersebut diperuntukan kepada remaja di Kabupaten Lebak yang dalam masa Pra Nikah dan sudah memasuki usia layak nikah. Bimbingan berlangsung selama dua hari yaitu pada Selasa – Rabu (13-14/11/2018) yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Peserta bimbingannya sendiri dapat terbagi menjadi 12 angkatan, dimana satu angkatannya berisi 60 orang.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lebak Haerudin, mengatakan, bimbingan ini berlangsung di seluruh KUA di Kabupaten Lebak dengan batas minimal 60 orang per angkatannya. Jika kurang, maka pelaksanaan bimbingan tersebut dapat digabungkan antar KUA nya.

Tujuan umum dari bimbingan ini ialah untuk mendata para remaja yang sudah memasuki pra nikah ataupun usianya yang sudah mencukupi tetapi belum menikahi.

Sedangkan Tujuan utamanya di adakannya bimbingan itu sendiri adalah untuk memperkokoh fondasi keluarga. Dengan memantapkan komitmen para calon pengantin sebelum menjalani bahtera rumah tangga, menjelaskan tentang tujuan pernikahan, hak dan kewajiban suami-isteri.

“Kita ingin memberikan landasan pengetahuan mengenai pernikahan kepada peserta, sehingga jika mereka sudah berkeluarga, dapat menciptakan keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Sebab, bangsa ini tidak akan kuat, jika keluarganya sendiri tidak kuat,” ucapnya.

Menurutnya, selain untuk memberikan pengetahuan dasar, dan mencegah pernikahan dini, bimbingan tersebut juga sangatlah penting dalam menekan angka perceraian. Sebab, tingkat perceraian di Kabupaten Lebak sendiri tergolong cukup tinggi.

“Dalam satu minggu bisa 4 sampai 5 pasangan yang mengajukan perceraian di sini. Dan salah satu faktornya yaitu ketidak harmonisan keluarga, dan faktor ekonomi,” ucapnya.

Dilanjutkannya, pernikahan pada hakekatnya adalah menggabungkan dua pribadi yang memiliki sifat, kebiasaan, karakter, kemauan dan keinginan yang berlainan dalam satu irama kehidupan. Maka disinilah pentingnya pemahaman diri setelah menikah sebagai salah satu kunci suksesnya sebuah pernikahan.

“Untuk itu pasangan suami-isteri harus menerima dan memahami pasangan hidupnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia biasa,” tukasnya. (Yusup).