Ratusan Siswa Ikuti Ujian Paket C di Kabupaten Lebak

Nampak sejumlah peserta sedang mengerjakan soal (UNBK) paket C di SMKN 1 Rangkasbitung, Jumat 27/4, (Foto/Dok).

LEBAK,- Ratusan siswa jalani ujian kesetaraan atau ujian paket C yang dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Lebak, Jumat (27/4). Mereka yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) ini kebanyakan berasal dari anak putus sekolah.

Kepala Dinas Pendididikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Wawa Ruswandi mengatakan, peserta yang mengikuti ujian paket C atau ujian kesetaraan ini adalah mereka yang putus sekolah atau tidak lulus. Pelaksanaanya berlangsung selama 4 hari, sejak Jumat, 27 April (hari ini,-red) sampai Senin 30 April 2018.

“Ujian paket C ini sama seperti ujian SMA lainya, yakni berbasis komputer (UNBK). Diikuti oleh 875 peserta se-Kabupaten Lebak,” kata Wawan Ruswandi saat ditemui Orbit Banten disela-sela kegiatan dialog interaktif yang digelar di Museum Multatuli Rangkasbitung, Jumat (27/4).

Katanya, bagi lembaga pendididikan seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tidak memiliki fasilitas komputer yang tidak memadai. Maka, pelaksanaanya menumpang ke sekolah yang memiliki fasilitas yang lengkap.

“PKBM yang melaksanakan ujian paket C secara mandiri yaitu PKBM Curugbitung, dan PKBM Kencana Unggul Rangkasbitung. Untuk ujian paket B dan C memakai sistem UNBK, kecuali paket A,” ungkapnya.

Ia menegaskan, mereka yang tidak mampu, bisa langsung bekerja menggunakan ijazah paket C. Karena ijazah paket atau sekolah nonformal dapat diakui di perusahaan-perusahaan di Indonesia.

“Ijazah paket C tetap bisa diterima. Bahkan sekolah nonformal sudah diakui dalam undang-undang pendidikan nasional,” paparnya. (Yusup/Deni).