Ratusan Hektar Sawah di Lebak Belum ditanami

Rahmat Yuniar, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak.

LEBAK- Lahan seluas 512 hektar dari 840 hektar yang diterjang banjir bandang dan tanah longsor awal Januari tahun 2020 ini belum bisa ditanami kembali. Sebab, kondisi area pesawahan masih terdapat endapan lumpur dan puing-puing pasca banjir.
“Jumlah terdampak bencana banjir 840 ha dari 840 ha yang sampai saat ini belum dapat ditanami seluas 512 ha,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar.
Dijelaskannya, 512 ha sawah yang belum bisa ditanami tersebut tersebar di Kecamatan Cipanas seluas 181 ha, Kecamatan Sajira 197 ha, Kecamatan Lebakgedong 90 ha dan Kecamatan Cimarga 44 ha.
“Saat ini ratusan hektar area persawahan tersebut belum bisa ditanami karena, kondisinya masih terdapat endapan lumpur dan puing-puing pasca banjir. Bahkan beberapa hektar sawah kondisinya rata seperti lapangan sepak bola,” ujarnya.
Diakui Rahmat, dengan kondisi area persawahan yang belum bisa digunakan akan berdampak terhadap produktivitas sektor pertanian. Mengingat, jika satu hektar sawah menghasilkan 5,6 ton padi, berapa ribu ton padi yang tidak bisa diproduksi.
“Kalau diliat dari luas lebak berdampak namun tidak significan, karena jumlah tanam dan panen cukup luas,” katanya.
Menurutnya, butuh kerja keras dan peran seluruh stakeholder terkait, terutama Pemerintah Pusat untuk kembali memulihkan area persawahan agar petani dapat kembali mengolah area pesawahannya. Sehingga, ketahanan pangan di Lebak dapat tetap terjaga.
“Untuk memulihkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat petani perlu pemulihan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor,” tukasnya.
Ditambahkan Kabid Sarpras Distanbun Lebak Nana, tahun ini target angka tanam mencapai 106.276 Ha dengan rincian padi sawah 94.203 Hektar dan Padi gogo 12.073 hektar.
“Sementara target angka panen 103.668 ha, produksi 615.446 ton. Saat ini untuk realisasi tanam mencapai 43.427 Hektar, dan produksi 343.192 ton,” ujarnya.
Dia mengatakan, memasuki musim Tanam (MT) ke dua tahun ini pihaknya akan menerjunkan tim penanggulangan hama penyakit lahan pesawahan (Bridgade). Diterjunkannya tim bridgade, untuk meningkatkan produksi padi dan ketahanan pangan di Kabupaten Lebak.
“Ya, petani kita sudah mulai menggarap area pesawahnnya pada Juni ini mengingat curah hijan masih cukup untuk melakukan penanaman. Kita telah bentuk tim pembasmi hama. Tim ini nantinya akan bertugas untuk menanggulangi serangan hama di area pesawahan padi,” ujar Nana.
Diharapkan dengan keberadaan tim tersebut, kata Rahmat angka gagal panen tanaman padi MT ke dua ini bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga, tim ini mampu mengoptimalisasi produksi padi dan ketahanan pangan di Lebak.
“Tim pembasmi hama ini nantinya bekerja langsung ke lapangan saat menerima laporan adanya serangan hama di area pesawahan dengan dilengkapi sarana dan prasana. Seperti, obat-obatan dan alat pembasmi hama sampai kendaraan operasional lapangan yang disediakan di setiap UPTD Pertanian di Kecamatan,” katanya.(mat)