Prades Harus Jadi Inisiator Pembangunan Desa

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya didampingi Ketua Dekranasda M. Farid Dermawan beserta Forkopinda Lebak saat membuka acara Mubes Prades pertama di Hall Kampus La Tansa Mashiro, Rangkasbitung. (Foto/Dok).

LEBAK,- Perangkat Desa (Prades) selain menjadi ujung tombak dalam melaksanakan fungsi birokrasi, dan pelayanan administrasi kepada masyarakat, Prades jugabharus bisa menjadi inisiator dalam pembangunan desa.

Hal itu diungkapkan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam sambutanya pada acara Musyawarah Besar (Mubes) pertama Prades Kabupaten Lebak di Hall Kampus La Tansa Mashiro, Rangkasbitung, Sabtu (3/11/2018).

UU nomor 6 tahun 2014, kata Bupati, telah memberikan kewenangan besar kepada pemerintah desa dalam mengelola bidang pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan kemasyarakatan, disertai anggaran yang cukup besar.

Baca juga :
Ini Pesan Wabup kepada Atlet Lebak yang Tampil di Porprov V Banten

“Selain menjadi ujung tombak dalam pelayanan administrasi kepada masyarakat, Prades juga dituntut harus bisa menjadi penggerak pembangunan serta mengembangkan seluruh potensi yang ada di desa,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Iti Octavia juga berpesan agar Mubes perdana ini dapat menjaga sinergitas antara perangkat desa dengan Kepala desa, BPD, masyarakat dan lembaga desa lainnya dalam pelaksanaan pembangunan di desa.

“Perangkat Desa harus menjaga sinergitas, solidaritas dengan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat dan lembaga lainnya yang ada di desa,” katanya.

Baca juga :
Bawaslu Lebak Klaim Belum Ada Pelanggaran Pidana Pemilu

Sementara itu, Ketua penyelenggara Mubes Prades Didin Wahyudin mengatakan, musyawarah pertama ini dilakukan sebagai langkah awal atas perjuangan para Prades untuk meningkatkan ikatan silaturahmi serta menjaga jiwa kesatuan dan persatuan dalam membangun Lebak.

“Seiring dengan undang-undang Desa, maka perangkat desa harus menjaga silaturahmi dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan pembangunan di desa,” kata Didin. (Deni).