Pokja Wartawan Lebak Fasilitasi Siswa Belajar Daring

Sejumlah siswa SMA/SMK memanfaatkan fasikitas wifi gratis untuk kegiatan belajar secara daring di kantor sekretariat Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak di Rangkasbitung. (Foto/Dok).

LEBAK,- Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak memberikan fasilitas wifi gratis bagi pelajar SD, SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Lebak agar tetap bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara sistem dalam jaringan (Daring). Hal ini dilakukan, lantaran siswa kesulitan mengakses jaringan internet saat belajar Daring di rumah.

Mastur Huda SE, Ketua Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak mengatakan, Pokja Wartawan Harian dan Elektronik sengaja memberikan kesempatan kepada pelajar yang kesulitan memenuhi kuota internet saat belajar daring.

“Kami sangat terbuka bagi siswa yang ingin belajar sistem daring di sekretariat Pokja wartawan Lebak,” kata Mastur, Jumat (24/7/2020).

Menurutnya, hal ini dilakukan karena pihaknya merasa prihatin terhadap kondisi orang tua dan siswa dimasa pandemi seperti saat ini. Bukan hanya satu atau dua orang pelajar yang tidak mampu belajar dengan sistem daring karena mereka kesulitan dalam memenuhi kuota internetnya. 

“Tentu ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, khususnya Kemendikbud agar memberikan subsidi terhadap orang tua yang tidak mampu,” ujarnya.

Jika hal ini dibiarkan, lanjutnya, tentu pola belajar daring ini tidak akan berjalan secara efektif. Mestinya mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Tapi dengan pola belajar seperti ini tentunya menyulitkan siswa dalam menyerap ilmu pengetahuan.

“Untuk pelajar yang tidak punya handphone di silahkan untuk datang ke sekretariat pokja wartawan, kita akan sediakan fasilitas laptop dari pokja,” katanya.

Sementara itu, Helmania, salah satu siswi SMK PGRI Rangkasbitung mengaku senang karena terbantu dengan fasilitas wifi gratis yang disediakan pengurus Pokja wartawan Lebak.

“Iya sangat membantu karena bisa ngirit kuota, kalau belajar daring di rumah sangat kesulitan sinyal,” ungkapnya. (Deni).