Penyidik Kejaksaan Kembali Periksa Tersangka Korupsi Pengadaan Bibit Kakao

Pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejari) Lebak sedang berdiskusi di ruang loby utama Kejari. (Foto/Deni).

LEBAK, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak kembali melakukan pemeriksaan terhadap dua orang tersangka pengadaan bibit kakao berinisial KA dan IEK. Informasi yang berkembang di kalangan wartawan, kedua tersangka bakal langsung ditahan di rumah tahanan (Rutan) Klas II Rangkasbitung.

Tersangka korupsi pengadaan bibit kakao merupakan mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) dan bendahara dinas tersebut. Keduanya diduga bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi, sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp700 juta lebih.

Baca juga :
Kejari Tetapkan Mantan Kepala Dishutbun Lebak Jadi Tersangka Korupsi

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Rangkasbitung Dodi Wira Atmaja membenarkan, kedua tersangka didampingi pengacara Acep Saepudin sedang diperiksa penyidik. Pemeriksaan tersebut untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP). Keduanya bersikap kooperatif, sehingga penanganan kasus korupsi berjalan dengan baik dan lancar.

“Iya (diperiksa sebagai tersangka). Mereka didampingi kuasa hukum,” kata Dodi Wira Atmaja, Senin 22/10/2018.

Diberitakan sebelumnya, mantan Kepala Dishutbun Lebak KA ditetapkan sebagai tersangka pengadaan bibit kakao pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp1,1 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBN Rp700 juta lebih dan APBD Lebak Rp400 juta.

Baca juga :
Penyidik Kejaksaan Sebut kerugian Negara Akibat Korupsi Pengadaan Bibit Kakao Capai Rp 700 Juta

Modus operandi yang dilakukan kedua tersangka dengan meminjam perusahaan untuk dijadikan pemenang lelang pengadaan bibit kakao, cengkeh, dan aren. KA dan IEK kemudian belanja sendiri bibit kakao yang diduga tidak bersertifikasi. Bahkan volume barang yang dibeli tidak sesuai dalam perjanjian kontak. Akibatnya, negara mengalami kerugian yang cukup besar, yakni mencapai Rp700 juta.(Deni).