Pemkab Lebak Layangkan Surat Penghentian Pendirian Tower BTS di Lebak

Pembangunan tower BTS di Kampung Cikalahang Utara, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak tak berizin. (Foto/Orbit).

LEBAK, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat melayangkan surat penghentian pembangunan sejumlah tower Base Transciever Station (BTS) milik perusahaan telekomunikasi seluler Smartfren yang ada diwilayah Kabupaten Lebak.

Kepala Seksi Intel Dinas Satpol PP Lebak Wahyudin mengatakan, penghentian tersebut dilakukan, setelah Dinas Satpol PP melakukan panggilan kedua kepada pihak PT IBS.

“Surat pernyataan penghentian kegiatan pembangunan tower BTS sudah kami serahkan hari ini (Kamis, 19 April 2018) kepada PT IBS yang diwakili oleh Sabar Siahaan selaku Supervisor,” kata Wahyudin saat ditemui Orbit Banten di ruang kerjanya, Kamis (19/4).

Dijelaskan Wahyudin, ada tiga poin dalam surat pernyataan itu, poin pertama pihak perusahaan bersedia mengurus dokumen perizinan terlebih dahulu, kedua menghentikan aktivitas kegiatan selama perizinan dalam proses dan yang ketiga membuat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Rekomendasi dari Dinas Satpol PP Lebak kepada PT IBS yakni menghentikan kegiatan pembangunan tower BTS sampai dengan izin IMBnya dikeluarkan oleh Dinas terkait,” ujarnya.

Menurutnya, pihak Dinas Satpol PP selaku penegak perda ingin para pengusaha yang berinvestasi di Lebak, khusunya kontraktor pelaksana pembangunan tower BTS dapat menghargai dan mentaati seluruh aturan yang dibuat oleh Pemda Lebak.

“Jika perizinanya sudah lengkap, maka kita persilahkan kepada mereka (kontraktor,-red) untuk melanjutkan kegiatan pembangunan tower tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Supervisor PT IBS Sabar Siahaan mengaku, akan segera mengurus seluruh dokumen perizinan pembangunan tower BTS yang ada di Lebak.

“Kami akan segera mengurus dokumen perizinan IMB. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini selesai,” katanya. (Deni).