Pembukaan Jalan Pada Program TMMD ke-106 di Kecamatan Cileles Sudah Bisa Dirasakan Warga

LEBAk – Masyarakat Desa Cipadang dan Desa Pasindangan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak sudah mulai bisa menikmati jalan yang dikerjakan oleh Satgas TMMD ke-106, Sabtu (5/10/2019). Pasalnya kondisi jalan saat ini sudah dilakukan pengerasan dengan pengepokan batubelah dan sudah diratakan dengan alat berat, sehingga sudah bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kepala Desa Cipadang Aden mengatakan, bahwa program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0603 Lebak berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi warga. Karena, jalan tersebut memang dibutuhkan warga untuk mengangkut hasil tani maupun aktivitas lainnya.

“Alhamdulillah, kita sambut dengan gembira. Kini warga yang bekerja sebagai petani biaa menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut hasil buminya. Karena jalan tersebut dulunya hanya jalan setapak. Keberadaan program TMMD ini sangat membantu dan semoga bisa meningkatkan taraf perekonomian warga disini,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0603/Lebak Letkol Kav. Yudha Setiawan mengatakan, bahwa kemanunggalan TNI bersama rakyat harus tetap dijaga dan dipelihara. Program ini tidak lain dalam upaya membantu meningkatkan perekonomian warga dan menjaga keutuhan NKRI.

“Kami mengucapakan terimakasih serta mengapresiasi terhadap warga Desa Cipadang dan Desa Pasindangan yang antusias serta bersemangat setiap hari gotong royong bersama personel Satgas TMMD dalam mengerjakan sasaran fisik, hal ini adalah sebagai bukti nyata bahwa TNI dengan rakyat manunggal,” tegasnya usai memberikan pengarahan kepada prajurit TNI yang tergabung dalam satagas TMMD di Kecamatan Cileles, Sabtu (5/10/2019).

Terpisah, Dan SKK TMMD 106 Kodim 0603/ Lebak Kapten Inf Nasori mengatakan, bahwa kondisi jalan saat ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan. Sehingga masyarakat sudah bisa melaluinya, baik itu untuk mengangkut hasil bumi maupun aktivitas lainnya.

“Saat ini kondisi jalan sudah bisa dilalui kendaraan, karena kondisi jalan sudah bagus untuk dilewati. Masyarakat sudah tidak perlu jauh-jauh memutar untuk ketemu jalan raya. Selain untuk mengangkut hasil bumi, para anak sekolah juga bisa menghemat waktu untuk menuntut ilmu ke sekolahnya. Tahap pengerasan ini sudah sampai 50 persen dari jalan yang buka sepanjang 7 Kilometer,” terangnya. (Omet).