Pembangunan Embung di Cipanas Rampung 100 Persen

Tampak bangunan Embung yang berada di Desa Girilaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. (Foto/Dok).

LEBAK,- Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kabupaten Lebak tahun ini mengalokasikan pembangunan Embung di Desa Girilaya, Kecamatan Cipanas. Pembangunan Embung yang berasal dari APBD Lebak dialokasikan sebesar Rp 762 juta.

Pembangunan Embung ini selain guna memenuhi air baku juga untuk menjaga konservasi alam diwilayah tersebut.

“Ya, alhmdulilah pembangunan Embung yang berasal dari APBD Lebak di Desa Girilaya, Kecamatan Cipanas telah rampng 100 persen,” ujar kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak wawan Kuswanto, Jumat (2/11/2018).

Menurutnya, pembangunan embung itu sangat penting guna memenuhi ketersediaan air baku agar tidak kekeringan saat musim kemarau.

“Jika terjadi musim kemarau panjang tidak perlu khawatir lagi. Karena, dengan adanya Embung masalah ini bisa diatasi. Selain itu, Embung ini juga bisa untuk konservasi,” katanya.

Dia berharap kedepan agar masyarakat menjaga hasil pembangunan supaya hasilnya dapat bermanfaat dalam jangka panjang.

“Saya minta kepada masyarakat peduli dengam hasil pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah. Tentunya, jika masyarakat tidak peduli dengan hasil pembangunan maka yang ada hanya sia – sia. Bahkan mubazir. Tapi bila dirawat dan dijaga maka hasilnya bisa dinikmati dalam waktu yang lama,” katanya.

Dia mengatakan, selain mengalokasikan pembangunan Embung, tahun 2018 ini pihaknya juga melakukan rehabilitasi terhadap 27 titik daerah irigasi (DI) di Kabupaten Lebak. Puluhan DI tersebut direhabilitasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018.

“Ya, tahun ini kalau tidak salah penanganan rehab dilakukan di 27 titik DI, tiga sungai dan dua embung juga dilakukan normalisasi. Rehab terhadap puluhan DI itu untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas di Lebak,” ujarnya.

Ditambahkan Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Lebak Dade Yan Apriandi, di Kabupaten Lebak terdapat 474 DI, yang terdiri dari 463 irigasi permukaan dan 11 titik merupakan irigasi pompa.

“Sebenarnya, daerah irigasi di Lebak sejauh ini berjalan dengan baik, hanya saja memang ada tingkatan kriteria yang baik dan tidak baik,” ucapnya.

Dia mengatakan, pembangunan jaringan irigasi diharapkan mampu memberikan dampak yang sangat besar untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas di Lebak.

“Ya, dengan lancarnya pasokan air dari irigasi ke areal pesawahan petani akan mampu membantu petani untuk memenuhi kebutuhan airnya. Karena itu, kita akan seoptimal mungkin dalam mengawasi pembangunan maupun rehabilitasi irigasi di Lebak,” kata Dede seraya menambahkan, normalisasi diutamakan pada jaringn irigasi yang berkurang fungsinnya akibat bencana alam dan dalam rangka meningkatkan kondisi fisik jaringan. (Deni).