Pecinta Alam BI Bersama Aktivis HMI-MPO Bersihkan Masjid Pasca Banjir Bandang di Sajira

Aktivis HMI-MPO Cabang Lebak sedang membantu membersihkan endapan lumpur yang menggenangi lingkungan tempat tinggal warga di Desa Bungurmekar, Kecamatan Sajira. (Foto/Deni).

LEBAK,- Sejumlah relawan dari komunitas Pecinta Alam Bangga Indonesia (BI) asal Cikarang bersama aktivis Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Lebak menggelar bhakti sosial membersihkan sisa endapan lumpur pasca banjir bandang di Kampung Bolang, Desa Bungurmekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Senin (13/1/2020).

Berbekalkan cangkul dan alat seadanya para relawan dengan semangat membersihkan Masjid Baiturrahman dari endapan lumpur pasca banjir bandang yang mencapai ketinggian lebih dari 10 centimeter.

Ketua HMI-MPO Cabang Lebak, Aceng Hakiki mengatakan, pembersihan dilakukan untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai sarana ibadah masyarakat sekitar.

Ia menjelaskan, sebelumnya masjid tersebut sempat terendam oleh genangan air banjir lebih dari satu meter, sehingga meninggalkan endapan lumpur yang terbawa oleh banjir tersebut.

Baca juga :
Tinjau Lokasi Bencana di Lebak, PB HMI-MPO Intruksikan Kadernya Bantu Korban Terdampak

“Masjid saat ini tidak bisa digunakan karena penuh dengan endapan lumpur. Untuk itu kami bersama Bangga Indonesia melakukan kerja bakti agar masjid dapat digunakan kembali,” kata Aceng.

Sementara itu, Koordinator lapangan Komunitas Pecinta Alam Bangga Indonesia, Agus Maulana mengungkapkan, selain kerja bakti, pihaknya juga turut menyalurkan logistik berupa kebutuhan pokok untuk para korban terdampak yang ada di Kampung Bolang, Desa Bungurmekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.

Menurutnya, kegiatan itu sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial mereka terhadap tempat tinggal warga terdampak. Ia berharap kegiatan yang dilakukan para relawan dapat meringankan beban para korban terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak.

“Alhamdulillah saat ini masjid sudah dapat kembali digunakan sebagai sarana ibadah warga sekitar. Semoga dengan hal ini kami dapat meringankan beban para korban terdampak bencana,” pungkasnya. (Deni).