Pantai Bagedur Dituding Kumuh dan Tidak Terurus

Sampah berserakan di Pantai Bagedur, Kecamatan Malingping

LEBAK- Masyarakat Malingping dan pengunjung Pantai Bagedur kecewa, karena destinasi wisata di wilayah Lebak Selatan tersebut kumuh dan tidak terurus. Untuk itu, mereka meminta pengelola pantai intens membenahi kawasan Pantai Bagedur agar tidak ditinggalkan wisatawan.

Asep, warga Malingping mengatakan, di sepanjang garis pantai pasir putih di Bagedur dipenuhi sampah. Tidak hanya itu, kawasan tersebut kurang tertata rapi, sehingga terkesan kumuh dan tidak terurus.

“Kondisi Pantai Bagedur cukup memprihatikan, karenanya kita minta pengelola dan dinas terkait membenahi Pantai Bagedur,” kata Asep kepada wartawan, Selasa (14/11).

Menurut Asep, dirinya sangat menyayangkan pantai yang memiliki potensi besar mendatangkan wisatawan tampak tidak terurus. Kondisi tersebut tentunya patut dipertanyakan.

“Apakah pemerintah desa dan daerah sudah tak peduli ataukah salah dalam tata kelola. Sebab jika dilihat dari omset tentunya sangatlah besar karena setiap wisatawan masuk kan diwajibkan bayar tiket retribusi sebesar Rp 50 ribu untuk mobil dan Rp 5 ribu untuk yang naik motor,” katanya.

Adanya kewajiban membayar retribusi cukup besar sudah semestinya Pantai Bagedur terlihat bersih dan rapi. Dari uang tersebut bisa membayar upah petugas kebersihan.

“Tapi sayangnya tidak ada petugas kebersihan yang ada hanyalah orang berkumpul dan narikin uang dari pengunjung. Dan kami tentu sangat dirugikan karena disuguhkan pemandangan sampah berserakan bahkan teman saya yang dari Jakarta mengaku kapok tak mau datang lagi,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Lebak Hayat Syahida menuturkan, terkait pengelolaan obyek wisata Pantai Bagedur sudah di kelola oleh desa.”Termasuk untuk pengelolaan kebersihan sudah oleh desa. Adapun seringkali banyak sampah itu berasal dari muara sungai yang terbawa arus ombak,”katanya.(Ali)