Miris, Siswa SD Negeri Tujuh Tahun Numpang Belajar di Madrasah

Madrasah Diniyah Atarbiyah jadi tempat KBM siswa SDN 2 Pasirkembang

LEBAK – Sebanyak 90 orang siswa SD Negeri 2 Pasirkembang di Kecamatan Maja harus numpang belajar di Madrasah Diniyah (MD) Atarbiyah Awaliyah selama tujuh tahun. Kondisi tersebut terjadi, karena SDN 2 Pasirkembang tidak memiliki ruang kelas untuk aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Baca juga:
Anggaran MTQ Dituding Tidak Rasional
Fantastis, Anggaran MTQ XXXVI Capai Rp2,3 Miliar

Zaenal Arifin, Kepala SDN 2 Pasirkembang menyatakan, sekolah yang dipimpinnya tersebut berdiri pada tahun 2010. Sekolah hanya memiliki tiga ruang kelas, dua ruangan digunakan untuk KBM, sedangkan satu ruangan digunakan untuk kantor guru dan kepala sekolah.

Sementara itu, siswa kelas I, II, III, dan kelas IV terpaksa belajar di madrasah yang berjarak 500 meter dari SDN 2 Pasirkembang. Total jumlah siswa sekolah tersebut sebanyak 148 orang dan siswa yang numpang belajar kurang lebih sebanyak 90 orang.

“Persoalan kekurangan ruang belajar sudah beberapa kali disampaikan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD-red) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Maja. Tapi, sampai sekarang belum ada informasi aka nada penambahan ruang kelas baru (RKB-red) untuk SDN 2 Pasirkembang,” kata Zaenal kepada Orbit Banten, Rabu (22/11).

Pihak sekolah sebenarnya malu dengan masyarakat dan pengelola madrasah. Namun, jika tidak numpang di madrasah tersebut, anak-anak akan terlantar. Mereka tidak bisa melaksanakan KBM, sehingga dapat mengganggu pendidikan anak-anak di Pasirkembang.

“Kami membutuhkan minimal empat ruang kelas baru. Kami harap, Dewan dan Dindikbud Lebak mengalokasikan anggaran bantuan RKB untuk sekolah ini,” harapnya.

Hendar, salah seorang guru kelas mengatakan, proses kegiatan belajar mengajar terpaksa numpang di madrasah. Kondisi tersebut sudah dikeluhkan para siswa dan orangtua murid. Mereka meminta pemerintah segera membangun RKB di SDN 2 Pasirkembang.

“Kalau kondisi belajar seperti ini, tujuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia akan sulit dicapai. Harapannya, tahun depan ada bantuan RKB untuk sekolah kami,” ungkapnya.(Ali)