Minimarket Terus Bertambah, Pedagang Kecil di Maja Mengeluh

Salah satu minimarket yang berada di jalan Raya Maja - Koleang (Pinggir Mapolsek Maja) baru selesai dibangun dan siap beroperasi, (Foto/Ali).

MAJA, – Sejumlah pedagang kecil yang berjualan disepanjang jalan di seputar pasar Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak mengeluh. Pasalnya, keberadaan toko waralaba di Maja jumlahnya terus meningkat sehingga mengancam sumber penghidupan pedagang kecil.

Mereka menilai, keberadaa minimarket yang terus menjamur di wilayah Maja bukan saja mengancam masa depan pedagang kecil, tetapi juga dapat mematikan sumber penghasilang mereka.

Ujang (48), pedagang asal desa Maja, Kecamatan Maja mengaku, keberadaan minimarket merupakan masalah bagi para pedagang kecil yang ada di Maja. Terutama minimarket yang ada di sepanjang jalan di wilayah Maja.

“Jangankan mendapat untung, untuk bisa ramai dikunjungi pembeli saja rasanya sulit,” kata Ujang kepada Orbit Banten, Senin (28/5).

Menurutnya, semakin meningkatnya jumlah minimarket di wilayah Kecamatan Maja sudah terjadi sejak lama. Semula hanya berjumlah dua minimarket, namun saat ini jumlahnya terus bertambah. Bahkan jarak antara minimarket satu dengan yang lainnya sangat dekat tidak sampai 30 meter.

“Di sekitar pasar Maja saja ada 8 minimarket. Belum lagi yang berada di deket Polsek Maja ada satu dan baru selesai dan siap untuk beroperasi. Jadi jumlahnya terus bertambah, bagaimana nasib pedagang kecil seperti saya,” keluhnya.

Pihaknya meminta, kepada intansi terkait untuk mengkaji kembali kebijakan dan perizinan yang diberikan kepada perusahaan waralaba. Karena, tidak jarang pedagang kecil merasakan dampak langsung keberadaan minimarket tersebut.

“Saya yakin pasti ada peraturannya yang mengatur keberadaan minimarket. Karena jika terlalu banyak akan merugikan pedagang kecil,” jelasnya.

Pihaknya berharap, pemerintah bisa bertindak dan membela nasib para pedagang kecil baik yang berjualan di pasar atau di sepanjang jalan di Kecamatan Maja. 

“Kami berharap pemerintah membantu para pedagang kecil seperti kami. Kalaupun mau, dibatasi jumlahnya, jangan terlalu banyak,” harapnya. 

Ditempat terpisah Kepala Desa ( Kades) Maja, Kecamatan Maja Ma,mun Tibari membenarkan, bahawa sanya saat ini jumlah waralba di sekitar maja terus bertambah.

“Saat ini sepengetahuan saya jumlah minimarket jumlahnya sudah mencapai 8 minimarket, dan jaraknya pun sangat berdekatan. Semakin banyak minimarket, akan berdampak pada pendapatan pedagangkecil yang ada di sekitar. Tidak sedikit banyak para pedagang yang mengeluh akibat mata pencaharian mereka terus berkurang.

“Untuk itu, saya meminta kepada Dinas terkait untuk lebih ketat dalam memberikan perizinan dalm mendirikan waralaba yang saat ini jumlahnya cukup banyak,” katanya. (Ali).