Menikmati Keindahan Wisata Hutan Pinus Wates di Lebak

Tampak sejumlah pengunjung sedang bersantai menggunakan Hammock yang di ikat diantara pohon pinus di lokasi wisata hutan pinus Wates. (Foto/Deni).

LEBAK,- Hutan Pinus Wates yang masuk di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) kini mulai populer di kalangan wisatawan dan pecinta outdoor. Salah satu objek wisata baru yang berada di perbatasan antara Kecamatan Lebak Gedong dan Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten ini mulai ramai di kunjungi wisatawan mulai dari wisatawan lokal hingga dari luar Kabupaten Lebak, seperti Bogor, Serang, dan juga Tangerang.

Hutan pinus Wates ini berjarak sekitar 47 kilometer dari Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten dengan jarak tempuh sekitar satu setengah jam perjalanan mengunankan kendaraan roda dua maupun roda empat. Hutan pinus ini menjadi lokasi populer untuk bersantai maupun selfie. Pepohonan pinus yang tumbuh teratur dan saling berdekatan menjadikan hutan tersebut menyimpan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Pengelola hutan pinus Wates sedang memasang tenda yang akan digunakan oleh wisatawan yang akan menginap di lokasi wisata. (Foto/Deni).

Di hutan pinus ini, para wisatawan dapat melihat rindangnya pohon pinus menjulang tinggi yang dengan pemandangan indah serta udara yang sejuk. Selain itu, dilokasi ini terdapat beberapa lokasi yang cocok untuk selfie seperti tempat duduk dengan latar belakang papan cinta, sarang burung, serta beberapa spot foto lainya yang indah. Pihak pengelola juga menyediakan tenda bagi para wisatawan yang ingin camping atau berkemah di lokasi tersebut.

“Saya dan teman-teman sangat menyukai hutan pinus Wates ini karena kesejukanya. Tempatnya juga tenang seperti berada di hutan lebat,” kata Yusup, salah seorang pengunjung asal Rangkasbitung kepada Orbit Banten, Minggu (7/10/2018).

Menurutnya, hutan pinus Wates ini tidak jauh beda dengan objek wisata hutan pinus seperti di daerah-daerah lain. Ia mengaku ini adalah kali keempat menyambangi tempat tersebut bersama teman-temannya.

Lihat video

“Hampir setiap akhir pekan saya bersama teman-teman suka camping di sini. Untuk menikmati keindahan tempat ini serta menghilangkan penat karena kesibukan sehari-hari,” ujarnya.

Pengunjung lainya asal Tengerang, Indri l mengaku tertarik datang berkunjung ke hutan pinus ini setelah melihat foto-foto pemandangannya melalui media sosial.

“Tempatnya sangat indah dan udaranya juga sejuk. Pekan depan saya dengan teman-teman juga akan mengagendakan lagi untuk kemah ditempat ini,” kata Indri.

Hutan pinus Wates yang baru dibuka awal Agustus 2018 oleh sekelompok pemuda dari Kecamatan Lebak Gedong ini mulai menggeliat setelah foto-foto maupu video pemandangan hutan pinus Wates nan cantik ini mulai tersebar di media sosial (Medsos,-red) seperti Facebook, Instagram, Blog, dan Youtube yang mengulas keindahan hutan pinus ini.

Sejumlah wisatawan sedang berdiskusi di lokasi wisata hutan pinus Wates. (Foto/Deni).

“Alhamdulillah, tempat ini sekarang mulai ramai dikunjungi para wisatawan,” kata Wawan Setiawan, pengelola wisata hutan pinus Wates.

Pihaknya mengaku, meski saat ini spot atau tempat berfoto di hutan pinus yang dikelolanya belum begitu lengkap. Namun, setiap akhir pekan lokasi ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Wawan menjelaskan, harga tiket masuk tempat wisata ini cukup murah, yakni Rp 5.000 per orang dan sudah termasuk biaya sewa Hammock (Ayunan,-red).

“Kami juga menyediakan perlengkapan kamping bagi wisatawan yang ingin menginap. Biayanya sebesar Rp 40.000 per orang dengan fasilitas tenda, sleeping bag, matras, termasuk sarapan pagi,” katanya. (Deni).