Masalah Ekonomi Picu Perceraian ASN di Lebak

Kepala Bidang Pembinaan dan Data Informasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan (BKPP) Kabupaten Lebak, Fuad Lutfi (Kiri), (foto/Istimewa).

LEBAK – Selama tahun 2017 kemarin, sedikitnya terdapat 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengajukan proses cerai.
Kepala Bidang Pembinaan dan Data Informasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan (BKPP) Kabupaten Lebak, Fuad Lutfi mengatakan, dari 35 kasus ASN yang bercerai tersebut didominasi oleh tenaga pendidik atau guru. Penyebab perceraian, didominasi oleh faktor ekonomi dan adanya pihak ketiga Wanita idaman lain (WIL) maupun Pria idaman lain (PIL).

“Ada 35 ASN yang mengajukan perceraian. Benyebabnya macem-macem, selain faktor ekonomi juga adanya pihak ketiga,” kata Fuad Lutfi kepada Orbit Banten, Senin (22/01).

Baca juga :
BKPP Lebak Berhentikan 7 ASN di Sepanjang Tahun 2017
Bolos di Hari Pertama Kerja, 4 ASN Diberi Sanksi
ASN di Lebak Dilarang Gunakan LPG Bersubsidi

Dia mengingatkan para abdi negara dilingkungan Pemkab Lebak, khususnya para guru agar menghindari perilaku hedonisme (kesenangan materi,-red). Karena itu, kata Fuad, prilaku hedonis dapat berimpilikasi kepada faktor ekonomi. Faktor ekonomi yang tak stabil menjadi salah satu pemicu perceraian.

“Tentunya, walaupun saat ini gaji ASN sudah cukup baik terutama guru yang mendapat tunjangan sertifikasi, harus tetap menjaga gaya hidup yang tak berlebihan,” katanya.

Menurutnya, saat ini angka perceraian ASN di Lebak cukup tinggi. Karenanya, sebagai abdi negara, lanjut dia ASN harus bisa menjaga sikap dan perilaku yang baik. Sehingga, menjadi panutan bagi masyarakat sekitar.

“Jangan sampai penghasilan yang sudah cukup baik, menjadi pemicu hancurnya rumah tangga. Semisal pasangan suami istri memiliki selingkuhan,” ujarnya.

Biasanya, lanjut Fuad penyebab kehancuran rumah tangga di kalangan ASN lantaran bergaya hidup hedonis dalam sebuah pergaulan, yang belakangan mulai terlihat

“ASN harus bisa menjaga sikap dan perilaku. Karena itu, jangan pernah coba-coba atau ikutan teman. Karena, biasanya dari coba-coba itu menjadi rutinitas. Saya tak ingin adanya rumah tangga PNS di Lebak rusak karena gaya hidup hedonis ataupun perselingkuhan,” bebernya.

Salah satu upaya untuk merepresh semua pegawai dilingkungan Pemkab Lebak, kata dia, Pemkab lebak dalam sepekan sekali mengadakan pengajian dengan mengundang ulama.

“Sepekan sekali kita mengadakan pengajian dengan mengundang para alim ulama, untuk memberikan siraman rohani,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lebak Wawan Ruswandi mengaku, belum mengantongi data perceraian guru di lingkungan Dindikbud setempat.

“Ya, bila perceraian mungkin saja ada. Tapi, untuk jumlah lengkap saya belum tahu,” tandasnya. (Deni).