Lebak Dukung Gerakan Indonesia Sadar Adminduk

Pjs Bupati Lebak, Ino S Rawita memberikan sabutan dalam acara GISA di Aula Multatuli Setda Lebak. (Foto:Istimewa).

LEBAK – Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak mendukung Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) yang merupakan program dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)┬áRepublik Indonesia. Dalam upaya dukungannya, Pemkab Lebak telah melaksanakan beberapa program GISA.

Hal tersebut disampaikan Pjs Bupati Lebak, Ino S Rawita dalam sambutan di acara Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) yang digelar di Aula Multatuli Setda Lebak, Senin (19/2). Ino menjelaskan program-program yang telah dan akan dilakukan oleh Disdukcapil Lebak di tahun 2017 sampai dengan 2018.

“Pada Tahun 2017, Disdukcapil Lebak telah melaksanakan beberapa upaya seperti mengadakan perekaman ke sekolah SLTA sederajat di beberapa Kecamatan, mengadakan pelayanan keliling, melaksanakan sosialisasi penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), dan lainnya. Ditahun 2018 ini Disdukcapil Lebak akan melaksanakan beberapa program kegiatan salah satunya mengadakan pelayanan keliling ke desa-desa, pengadaan blanko KIA sebanyak 50.000 Keping dan lain-lain,” jelasnya.

Lebih lanjut Ino, memaparkan keadaan luas wilayah dan jumlah penduduk di Kabupaten Lebak.

“Jumlah penduduk Lebak saat ini mencapai 1.225.917 jiwa yang terdiri dari 631.399 Laki-laki dan 594.518 Perempuan dengan luas Kabupaten Lebak 3.305,07 Km2 dan Kabupaten Lebak termasuk Kabupaten yang memiliki jumlah penduduk yang tergolong sangat padat dan Untuk kemepilikan dokumen kependudukan Kartu Keluarga di semester II sebanyak 90% lebih, KTP sampai akhir desember 2017 sebanyak 94% dari wajib KTP dan capaian perekaman sampai akhir desember 2017 sebanyak 100,014%,” paparnya.

Dirjen Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementrian Dalam Negri (Kemendagri) RI, Zudan Arif Fakrullah mengatakan Disdukcapil di Banten harus melakukan inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tujuan membuat masyarakat bahagia saat keluar dari kantor Disdukcapil dapat terwujud.

“GISA ini konsepnya adalah kita membangun Indonesia sadar Adminduk melalui keluarga jadi setiap keluarga disadarkan bayi lahir mendapat akta, yang 17 Tahun dapat KTP, yang menikah punya akta nikah buku nikah, dan yang meninggal dibuatkan akta kematian semua, jadi ini merupakan gerakan nasional,” imbuhnya.

Selain itu, Zudan memenuhi kebutuhan blanko yang diajukan oleh masing-masing Kepala Dinas (Kadis) Disdukcapil se Provinsi Banten.

Diketahui sebelumnya, GISA adalah sebuah gerakan untuk membangun ekosistem pemerintahan yang sadar akan pentingnya administrasi kependudukan.

Kesadaran tersebut ditunjukkan dengan 4 hal, yakni kesadaran akan pentingnya dokumen kependudukan, pentingnya pemanfaatan data kependudukan, pentingnya pemutakhiran data kependudukan, dan pentingnya pelayanan administrasi kependudukan yang membahagiakan rakyat.

GISA dilaunching oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersama Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, dan Walikota Batam Muhammad Rudi, serta disaksikan oleh lebih dari 1.600 pejabat yang membidangi Adminduk dari Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. (Alvin).