Kuasa Hukum Anak Ali Rahman Layangkan Somasi Kepada Kades dan Camat Sajira

Kuasa Hukum anak H. Ali Rahman, Jimi Siregar and Partners tengah mempertanyakan penerbitan AJB kepada Kades Pajagan di kantor Desa Pajagan, Kecamatan Sajira. (Foto/Deni).

LEBAK,- Kuasa hukum anak Ali Rahman melayangkan surat somasi kepada Kepala Desa Pajagan dan Camat Kecamatan Sajira. Langkah tersebut menyusul beredarnya informasi telah diterbitkanya Akte Jual Beli (AJB) oleh Pemerintah desa dan Kecamatan atas permintaan istri kedua Ali Rahman tanpa persetujuan anak kandung Ali Rahman.

Kuasa hukum Jimi Siregar and Partners (JSP) mengatakan, bahwa sebelumnya, pihak ahli waris melalui JSP telah mengeluarkan surat pemblokiran (pemberitahuan) yang ditujukan kepada Pemdes Pajagan dan Camat Sajira untuk tidak menandatangani dan atau membuat persetujuan AJB tanah milik Ali Rahman yang berada di Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, pasalnya pemilik tanah (Ali Rahman) sedang dalam keadaan sakit.

“Saya heran kok bisa AJB dikeluarkan tanpa persetujuan anak kandung Ali Rahman,” kata Jimi Siregar kepada wartawan di kantor JSP Rangkasbitung, Selasa (14/1/2020).

Jimi mengaku telah melayangkan somasi kepada Pemdes Pajagan dan Camat Sajira. Pasalnya, penerbitan AJB atas tanah milik klienya tersebut cacat hukum karena dilakukan oleh istri kedua tanpa persetujuan dari klien dan ahli warisnya.

“Surat somasi sudah kami serahkan barusan (Selasa 14/1/2020). Bahwa sesuai aturan penjualan yang dilakukan oleh ibu tirinya itu bermasalah karena tidak melibatkan ahli waris. Kemudian dari bukti-bukti yang kita punya bahwa pemilik tanah saat melakukan cap atau penandatanganan diduga dalam keadaan dipaksa. Karena saat ini tengah sakit strouk, dan tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Jimi

Sementara itu, Kepala Desa Pajagan Dudung mengaku, bahwa ada pihak pembeli tanah yang datang ke desa didampingi salah seorang anggota DPRD Lebak dan menjamin bahwa tanah tersebut sudah disetujui oleh pemilik tanah.

“Saat itu saya juga menerangkan bahwa tanah tersebut masih sengketa karena ada surat pembelokiran dari kuasa hukum ahli waris. Tapi, kata mereka pemilik tanah sudah menyetujui. Ini foto-fotonya, dan saya langsung melihat foto -foto H. Ali Rahman (pemilik) telah menandangani itu,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Sekertaris Camat Sajira Suja’i mengatakan, bahwa pihaknya tidak mengatahui ada pembuatan AJB atau perkara penjualan tanah tersebut.

“Saya belum tahu, dan kalau secara aturan kan tidak mungkin Camat yang sekarang menandatangi. Apalagi Camatnya kan masih baru menjabat disini,” tandasnya. (Red).