Korpri Harus Solid Dukung Pemkab Lebak Wujudkan Program Unggulan

Bupati menggendong anak di lokasi khitanan massal di Klinik Agara, Kecamatan Rangkasbiting.(Foto/Alvin)

LEBAK – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Lebak menggelar bakti sosial khitanan massal di Klinik Agara, Kecamatan Rangkasbitung. Pada kesempatan tersebut, Bupati Iti Octavia Jayabaya berpesan agar Korpri solid dalam mendukung program percepatan pembangunan Lebak.

“Korpri merupakan ujung tombak pelayanan bagi masyarakat. Kita minta Korpri solid, sehingga program Lebak cerdas, Lebak sehat, dan Lebak sejahtera 2019 terwujud,” kata Iti Octavia Jayabaya, Rabu (29/11).

Baca juga:
Kerugian Akibat Kebakaran di Sobang Ditaksir Rp800 Juta
Bandar Sabu Dibekuk Satresnarkoba Polres Lebak
Belasan Tahun Tidak Diperbaiki, SDN 2 Bojongjuruh Terancam Ambruk

Bakti sosial khitanan massal merupakan rangkaian HUT Korpri ke-46 dan HUT ke-189 Kabupaten Lebak. Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Iti Octavia Jayabaya, Sekda Dede Jaelani, Asda II Bidang Ekonomi Pembangunan, dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

“Korpri harus bisa hadir di tengah-tengah masyarakat dan mengawal pembangunan di Kabupaten Lebak,” katanya.

Bupati optimistis, program pembangunan di Lebak bakal berhasil direalisasikan. Dukungan dari Korpri yang profesional dan berintegritas akan menjadi modal berharga dalam menuntaskan pembangunan di daerah. Karenanya, pemkab selalu mendukung berbagai program peningkatan kapasitas Korpri di Lebak.

“Saya apresiasi keberpihakan Korpri terhadap masyarakat. Program khitanan massal telah membantu masyarakat kurang mampu di 28 kecamatan,” jelasnya.

Sekda Dede Jaelani mengatakan, pada HUT Korpri 2017, organisasi yang menaungi para pegawai di lingkungan Pemkab Lebak ini tidak hanya melaksanakan khitanan massal. Tapi, ada beberapa kegiatan lain yang akan dan telah dilaksanakan, seperti lomba-lomba antar OPD yang berlangsung meriah.

“Sunat itu kan diwajibkan dalam agama kita, tapi ternyata masih banyak yang belum mampu melaksanakan. Untuk itu, kita gelar khitanan massal,” katanya.(Alvin)