Konsleting Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran di Lebak

LEBAK – Konsleting listrik menjadi penyebab utama tingginya tingkat kebakaran di Kabupaten Lebak. Tercatat, sejak bulan Januari – Agustus 2019 ada 37 kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Lebak yang diantaranya disebabkan oleh konsleting listrik.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol-PP Lebak Suparmin saat ditemui awak media, Rabu (7/8/2019).

“Dari 37 kebakaran di Kabupaten Lebak, 17 diantaranya disebabkan konsleting listrik. Diduga instalasi listrik yang semrawut dan tidak memakai kabel yang standar,” ujarnya.

Suparmin menegaskan, konsleting listrik bisa terjadi jika instalasi yang semrawut, kabel yang tidak sesuai standar, penumpukan listrik dalam satu terminal, serta tidak rutin melakukan pemeliharaan dan perawatan. Dan apalagi ada yang langsung menyambung aliran listrik ke tiangnya.

“Instalasi listrik yang semrawutlah yang dapat menimbulkan arus pendek listrik sehingga menyebabkan percikan api dan kebakaran,” tegasnya.

Seperti penggunaan listrik di pasar Rangkasbitung yang dilakukan para PKL dengan pemasangan listrik yang asal-asalan. Dengan begitu, konsleting listrik dapat terjadi.

Suparmin mengaku, sudah melaporkan hal tersebut kepihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta BPBD Kabupaten Lebak agar melakukan sosialisasi terkait permasalahan ini.

“Kami sedang menunggu tanggapan dari pihak PLN terkait mensosialisasikan penggunaan listrik yang baik, cara pemasangannya serta konstruksi listrik yang benar,” harapnya. (Omet).