Kios Warung, Bikin Balong Ranca Lentah Kumuh

LEBAK, ORBITBANTEN.CO.ID – Balong Ranca Lentah Rangkasbitung menjadi salah satu ikon unggulan destinasi wisata unggulan di Rangkasbitung. Namun sayang, keberadaan balong lanca lentah seoalh luput dari pengawasan pemerintah darerah, kendati lokasjnya tidam lebih dari 100 meter dari pusat Pemkab Lebak.

Balong Ranca Lentah yang direvitalisasi pada masa Bupati Iti Octavia Jayabaya kini keberadaannya kumuh dan tidak terawat.

Keberadaan kios – kios dan warung yang berdiri dipinggiran balong ranca lentah yang tidak beraturan menjadi pemandangan yang tidak enak dipandang.

“Sangat disayangkan keberadaan Balong Ranca Lentah sangat kumuh. Sampah menumpuk di balong, diperparah dengan keberadaan warung-warung. Satpol PP Lebak harus segera turun tangan menertibkannya,” kata Nurdin seorang pengunjung Balong Ranca Lentah, Selasa (9/7/2024).

Menurutnya, harus ada ketegasan dari pemerintah daerah untuk menertibkan keberadaan warung-warung tersebut dikawasan balong Ranca Lentah.

“Tentunya, kalau tidak segera ditertibkan oleh satpol pp, maka jumlah warung-warung itu bukan tidak mungkin akan bertambah banyak dan susah untuk mengatasinya,” katanya.

Sementara itu Ketua Kelompok Sadar wisata (Pokdarwis) Balong Ranca Lentah Nanang Rusnandar Ule, mengaku sudah menyampaikan hal ini ke Ketua Pedang Kaki Lima agar menjaga ketertiban keindahan dan kebersihan kawasan balong Ranca Lentah.

“Sebetulnya kita sudah ke Ketua Paguyuban Pedagang agar segera dilakukan langkah langkah penertiban, tidak lagi membiarkan warung yang memakai terpal menjuntai kebalong, ini demi kawasan yang indah dan tertib, paguyuban harus bisa mensosialisasikan dan mengajak untuk menjaga lingkungan yang bersih,” ungkap Nanang

Sementara itu Kepala Bidang (kabid) Pertamanan pada Dinas Lingkungan hidup Dasep, saat ditemui diruang kerjanya mengatakan akan meniindak lanjuti informasi dan keluhan warga.

“Kita akan tindak lanjuti informasi ini pada dasarnya kita tidak menghalangi orang untuk mencari napkah dengan berjualan di balong, tapi harus taat aturan dan tidak melanggar K3,” pungkas Dasep. (Aa solihin)